BUNTOK, Supersemar News — Dedikasi dan soliditas lintas sektor dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mendapat apresiasi dari masyarakat. Keterlibatan aktif unsur TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga warga dinilai menjadi wujud nyata kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan.
Apresiasi tersebut terutama ditujukan kepada jajaran pimpinan Kecamatan Karau Kuala, yakni Camat Adriansyah, Kapolsek Karau Kuala Iptu Tri Setyarto, serta Danramil 1012-01/Karau Kuala Serma Beh Antono. Ketiganya dinilai berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, mulai dari sosialisasi mengenai bahaya dan dampak kebakaran, pemadaman di lapangan, hingga proses pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Jhon Kenedy, warga Kelurahan Bangkuang yang juga berprofesi sebagai jurnalis, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan langsung para pimpinan tersebut dalam penanganan karhutla di wilayah Karau Kuala.
Menurutnya, kehadiran pimpinan di lapangan menunjukkan komitmen untuk tidak sekadar mengandalkan laporan administratif, tetapi turut mengambil peran dalam menghadapi persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Bagi kami, kehadiran dan keterlibatan langsung para pimpinan di lapangan merupakan hal yang patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla bukan hanya soal menerima laporan, melainkan juga tentang keberanian untuk hadir, melihat kondisi nyata, dan ikut bekerja bersama masyarakat,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Ia menilai, kepemimpinan yang hadir di tengah situasi darurat dapat memperkuat koordinasi antarpihak sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya penanggulangan karhutla.
Apresiasi serupa disampaikan Asnan, warga Kelurahan Bangkuang lainnya. Ia mengapresiasi keterlibatan unsur pimpinan kecamatan, lurah, kepala desa, TNI-Polri, ASN, MPA, serta masyarakat yang terus berupaya menangani karhutla di wilayah setempat.
Menurut Asnan, kerja bersama tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. Upaya pemadaman yang dilakukan tanpa mengenal waktu menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kebakaran yang dapat meluas dan menimbulkan dampak bagi kehidupan masyarakat.
Soliditas lintas sektor tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Selain kesiapsiagaan petugas, dukungan masyarakat, koordinasi yang berkelanjutan, dan langkah pencegahan sejak dini menjadi faktor penting untuk menekan risiko kebakaran. (Fauji/*)













Komentar