Risiko berolahraga saat menjalani perawatan kesuburan

- Jurnalis

Rabu, 25 Desember 2024 - 06:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Dalam menjalani perawatan kesuburan seperti bayi tabung, beberapa ahli merekomendasikan tidak berolahraga berat karena bisa terjadi risiko yang tidak diinginkan.

Ditulis laman Popsugar, Selasa (24/12), ahli endokrinologi reproduksi besertifikat dan spesialis infertilitas di Aspire Houston Fertility Institute Rhiana Saunders , MD mengatakan tidak boleh berolahraga berat dan gerakan memutar yang membebani otot perut seminggu menjelang dan setelah pengambilan sel telur.

“Selama waktu ini, ovarium sering kali sangat terstimulasi dan membesar, yang dapat membuat seseorang berisiko mengalami torsi ovarium (kondisi yang tidak umum tetapi serius yang menyebabkan ovarium dan terkadang tuba falopi terpelintir pada jaringan yang menopangnya),” katanya.

Dr. Saunders menyarankan pilihan latihan berdampak rendah seperti yoga (tetapi tanpa inversi), tai chi, peregangan, dan berjalan beberapa kali seminggu.

Perlu diingat bahwa setiap orang berbeda, jadi beberapa orang mungkin memerlukan penghentian total aktivitas fisik selama perawatan tergantung pada bagaimana kondisi fisik mereka, jelasnya.

“Hal ini terutama berlaku karena kembung, kelelahan, dan ketidaknyamanan umum terjadi setelah prosedur,” kata ahli endokrinologi reproduksi bersertifikat di RMA New York Anate Brauer, MD.

Baca Juga :  Kabar Duka Kamil Razak, Rektor Unla: Supersemar News Berduka

“Langkah pertama untuk IVF dan pembekuan sel telur adalah stimulasi ovarium, yang mengakibatkan pertumbuhan beberapa folikel yang menampung sel telur, dan saat ovarium membesar, mereka juga menjadi lebih berat, yang meningkatkan risiko ovarium terpelintir dan memutus suplai darahnya sendiri,” kata Dr. Brauer.

Baca juga: RSUD Mataram: Puluhan pasutri daftar layanan bayi tabung

Selain itu, jika Anda tidak berolahraga secara teratur sebelum menjalani perawatan kesuburan, Dr. Saunders menyarankan agar Anda tidak memulainya sekarang. Hal itu karena saat memulai program latihan, ada saat otot terasa nyeri, dan ini menyebabkan penumpukan asam laktat, yang dapat memicu peradangan.

Hal ini kemudian memberi tekanan tambahan pada tubuh, sekaligus berpotensi mengganggu keseimbangan hormon dan ovulasi.

“Respons pasien terhadap obat stimulasi dipantau secara ketat selama perawatan, jadi jika seseorang diketahui memiliki kista ovarium atau hiperstimulasi (respons berlebihan terhadap hormon berlebih yang dapat menyebabkan ovarium membengkak), dokter mungkin menyarankan olahraga berdampak sangat rendah, seperti berjalan, atau mungkin tidak berolahraga sama sekali,” kata Saunders.

Baca Juga :  Halimah Munawir: Maulid Nabi Sangat Bermakna bagi Pendidikan MTQ, MI MTs

Baca juga: Bank Permata-Morula IVF hadirkan pembiayaan untuk program kehamilan

Meski begitu olahraga diketahui dapat mengurangi tingkat stres, dan bagi mereka yang menjalani perawatan kesuburan, mengelola stres merupakan bagian yang sangat penting dari proses tersebut, kata Dr. Saunders.

Brauer mendukung pernyataan ini, dengan mencatat bahwa olahraga merupakan penghilang stres yang hebat karena menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan produksi endorfin, yang pada akhirnya meningkatkan suasana hati dan mendorong relaksasi.

Olahraga ringan seperti berjalan, bersepeda, dan berenang juga merupakan cara yang hebat untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengatur kadar hormon, karena keduanya sangat terpengaruh selama perawatan, katanya.

Baca juga: Presiden : Program bayi tabung cukup di RSHS tak perlu ke luar negeri

(Antara)(SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabar Duka Kamil Razak, Rektor Unla: Supersemar News Berduka
Halimah Munawir: Maulid Nabi Sangat Bermakna bagi Pendidikan MTQ, MI MTs
Arabic Camp Mustaqilli, Santri Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto Siap Go Global
Graduation BFBL Sidoarjo Batch 13 Angkat Karsa Nusantara
Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi
PFI Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian!
Speedboat Hilang di Selat Sunda, 7 Jurnalis Dalam Pencarian
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Kabar Duka Kamil Razak, Rektor Unla: Supersemar News Berduka

Rabu, 30 September 2026 - 09:08 WIB

Halimah Munawir: Maulid Nabi Sangat Bermakna bagi Pendidikan MTQ, MI MTs

Senin, 28 September 2026 - 02:35 WIB

Arabic Camp Mustaqilli, Santri Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto Siap Go Global

Kamis, 17 September 2026 - 22:29 WIB

Graduation BFBL Sidoarjo Batch 13 Angkat Karsa Nusantara

Jumat, 11 September 2026 - 17:26 WIB

Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi

Berita Terbaru

Berita utama

Kapolri ungkap 243 orang dan 13 korporasi jadi tersangka karhutla

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:09 WIB

Berita utama

Kemegahan Masjid Apung Ancol, Salat dengan View Laut

Sabtu, 24 Okt 2026 - 09:58 WIB