Pemerintah, khususnya Inspektorat Kota Bogor, harus lebih sigap dan responsif dalam menangani dugaan pungli, terutama di lingkungan pendidikan. Kami memahami jalur dan skema penganggaran, sehingga perlu mengambil langkah lebih cepat dibanding pihak lain,” ujar Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman, dalam pernyataannya di hadapan awak media

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman meminta Inspektorat agar lebih sigap dalam menangani dugaan pungli di lingkungan sekolah. Menurutnya, pemerintah harus lebih responsif dibanding pihak lain dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Mestinya kami di pemerintahan, termasuk Inspektorat, bertindak lebih cepat. Kami memahami jalur, skema penganggaran, dan bentuk pungli. Jadi, ini tugas kami,” ujar Adityawarman, Jumat (31/1/2025).

Masyarakat Lebih Memilih Mengadu ke Influencer

Adityawarman menyoroti fenomena masyarakat yang lebih memilih mengadu ke influencer dibanding melapor langsung ke pemerintah. Meski demikian, ia menilai hal ini bukan karena ketidakpercayaan terhadap instansi pemerintah, melainkan bagian dari era kolaborasi.

“Tidak masalah jika masyarakat mengadu ke siapapun, asalkan ada solusi. Jangan sampai justru menambah kegaduhan,” jelasnya.

Optimalisasi Aplikasi Si Badra

Agar masyarakat lebih mudah melapor, Adityawarman meminta Inspektorat Kota Bogor untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi Si Badra, yang menjadi kanal resmi pengaduan warga. Dengan aplikasi ini, masyarakat memiliki jalur komunikasi langsung dengan pemerintah.

“Persoalan pendidikan sangat penting, jadi masyarakat harus memiliki saluran pengaduan yang benar, yakni langsung ke pemerintah,” tegasnya.

Meski masyarakat banyak mengadu ke influencer, Adityawarman tetap yakin bahwa laporan ke Inspektorat masih berjalan. “Saya percaya masih banyak warga yang melapor ke Inspektorat, hanya saja tidak terekspos,” pungkasnya.

SupersemarNewsTeam
Reporter: R/SanggaBuana