Sertifikat Hak Milik Hambat Normalisasi DAS Cileungsi-Cikeas

- Jurnalis

Senin, 10 Maret 2025 - 16:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Alat itu tidak bisa berjalan ke sana karena bibir sungai atau daerah aliran sungai sudah bersertifikasi dan sudah berganti menjadi rumah,” ujar Dedi Mulyadi saat meninjau lokasi normalisasi sungai.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat, seperti Bandung, Karawang, Bekasi, Sukabumi, hingga Puncak Bogor. Bencana ini disebabkan oleh luapan air sungai yang menggenangi pemukiman warga.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi terdampak untuk mencari tahu penyebab utama terjadinya banjir. Setelah mengunjungi Sukabumi dan Bogor, Dedi meninjau bantaran Kali Bekasi yang rencananya akan dinormalisasi.

Baca Juga :  Karokorwas PPNS Bareskrim Kunjungi Ditjen Gakkum Kementerian ESDM

Namun, proses normalisasi tersebut terhambat karena sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikeas dan Cileungsi telah berstatus hak milik. “Yang di Cikeas juga sama, ada perubahan alih fungsi lahan. Asalnya daerah bantaran sungai, sekarang sudah menjadi hak milik,” ungkap Dedi.

Akibatnya, normalisasi sungai menjadi sulit dilakukan. “Ketika mau dilebarkan, malah terkendala karena perubahan status lahan,” tambah mantan Bupati Purwakarta ini.

Dedi menjelaskan, seharusnya pelebaran sungai bisa dilakukan di pertemuan Sungai Cikeas, Sungai Cileungsi, dan Kali Bekasi. Akan tetapi, rencana tersebut terhambat karena alat berat tidak bisa masuk ke lokasi. “Alat itu tidak bisa berjalan ke sana karena bibir sungai sudah bersertifikat dan berubah menjadi rumah,” jelasnya.

Baca Juga :  Upacara 17 September di Mabesau, Kapusgeosau Ingatkan Kesehatan dan Kesiapsiagaan Bencana

Walaupun menghadapi kendala ini, Dedi menegaskan bahwa pelebaran sungai tetap harus terlaksana untuk mencegah banjir di masa depan. “Kalau saya, enggak ada urusan. Tahun ini harus tuntas, ada pelebaran. Pemukiman harus direlokasi,” tegasnya.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Kalteng Ajak Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla Bersama Jemat GBI Palangka Raya
TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Kapolda Kalteng Ajak Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla Bersama Jemat GBI Palangka Raya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Berita Terbaru