Plt Kepala BNNP Kalteng, Ruslan Abdul Rasyid, saat dibincangi terkait Kampung Puntun di ruang kerjanya.

PALANGKA RAYA, SUPERSEMAR NEWS – Plt Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Ruslan Abdul Rasyid, menyebut Kampung Puntun menjadi salah satu titik rawan peredaran narkoba, dengan bandar besar yang terkenal bernama Salihin alias Saleh.

Peran bandar besar bernama Saleh ini dalam peredaran narkoba di wilayah Puntun sangatlah besar, lantaran perannya diduga mampu mengendalikan keluar masuk barang haram jenis sabu dari berbagai daerah, termasuk dari jaringan internasional sejak tahun 2016.

Namun, sudah tertangkapnya Saleh, pihaknya tidak berani menjamin bahwa wilayah Puntun bebas dari peredaran narkoba. Lantaran menurut Ruslan, pihaknya kerap memberikan TO kepada pihak Polresta Palangka Raya serta berkolaborasi dengan Polda Kalteng dalam melakukan pemberantasan.

“Saya tidak bisa mengatakan Puntun itu bersih 100 persen untuk saat ini. Buktinya juga dari pihak polres juga ada penangkapan. Kita juga memberikan TO ke Polres. Selain itu berkolaborasi dengan Polda Kalteng terkait dengan masih adanya peredaran gelap narkoba di Kampung Puntun,” ucapnya, Selasa (29/4/2025).

Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) lebih dari 900 kampung narkoba di Indonesia. Termasuk Kampung Puntun Palangka Raya. Kampung Narkoba muncul karena adanya permasalahan sosial yang dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi.

Sehingga bandar narkoba memanfaatkan situasi ini untuk mencengkeramkan kehidupan warga kampung setempat agar bergantung pada bandar untuk bertahan hidup.

(KBRN)

(KEVIN GRAVILA)