
“Saya pernah ke lokasi tambang itu, sangat berbahaya,” tegas Kang Dedi Mulyadi, merespons tragedi longsor Gunung Kuda yang menelan korban jiwa dan memicu penutupan permanen tambang.
KABUPATEN CIREBON, SUPERSEMAR NEWS – Tragedi longsor di Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, membuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) angkat suara.
Gubernur KDM: “Perusahaan Ditutup Selamanya”
Melalui akun TikTok, KDM menyampaikan duka mendalam. Ia mengaku pernah mengunjungi lokasi tambang tersebut dan menilai kondisinya membahayakan.
“Saya melihat tambang ini tidak memenuhi standar keamanan. Saat itu saya bukan siapa-siapa, tidak bisa bertindak,” ucapnya.
Namun kini, KDM bergerak tegas. Ia memerintahkan Dinas ESDM Jabar menutup operasional tambang selamanya.
“Saya sudah instruksikan Kepala ESDM menutup perusahaan itu secara permanen,” tegasnya.
Kronologi Kejadian dan Korban Jiwa
Longsor terjadi Jumat pagi, pukul 09.30 WIB. Material batu menimpa area galian aktif. Puluhan kendaraan berat dan sejumlah pekerja tertimbun.
Hingga kini, delapan orang dinyatakan tewas, dan 12 lainnya luka-luka. Korban dirawat di RS Sumber Urip, Puskesmas Dukupuntang, dan RS Arjawinangun.
Penambangan Galian C Jadi Sorotan
Galian C di Gunung Kuda bukan sekali ini menimbulkan kekhawatiran. Warga dan aktivis lingkungan kerap mengkritik lemahnya pengawasan.
Dengan kejadian ini, publik mendesak pemerintah mengevaluasi seluruh izin tambang di Jawa Barat.
SupersemarNewsTeam
SanggaBuana
Sumber : inews.id
