Kasus pemberhentian 72 siswa baru menimbulkan sorotan tajam terhadap SMA Negeri 5 Bengkulu, sekolah berakreditasi A di Kota Bengkulu.

SUPERSEMAR NEWS – Bengkulu – Sebanyak 72 siswa baru SMA Negeri 5 Bengkulu diberhentikan sepihak oleh pihak sekolah. Kasus ini menuai sorotan publik karena melibatkan dugaan praktik kecurangan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Kuota Sekolah Penuh dan Data Dapodik

Kepala SMAN 5 Bengkulu, Dr. Buhanuddin, menjelaskan bahwa kuota penerimaan siswa baru hanya 438 orang sesuai aturan resmi. Sementara itu, 72 siswa yang dikeluarkan tidak terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) karena kelas sudah penuh.

Menurutnya, ada oknum aparatur sipil yang bertindak sebagai operator SPMB. Oknum ini diduga mengiming-imingi orang tua calon siswa untuk “menitipkan nama” dengan membayar sejumlah uang agar anak mereka bisa masuk.

Kepala Sekolah Ambil Sikap Tegas

Buhanuddin menuturkan bahwa saat proses SPMB berlangsung, dirinya sedang sakit dan baru mengetahui adanya kejanggalan setelah pulih. Ia menemukan jumlah siswa di beberapa kelas melebihi aturan maksimal, yakni 36 siswa per kelas.

“Kami menolak tambahan siswa berdasarkan aturan resmi. Setelah mengetahui praktik oknum tersebut, sekolah segera mengirimkan surat pemanggilan kepada orang tua untuk mediasi,” ujarnya.

Hearing Bersama DPRD Bengkulu

Pihak sekolah bersama orang tua siswa kemudian melakukan hearing dengan Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu guna mencari jalan keluar. Dalam kesempatan itu, mereka menuntut pertanggungjawaban oknum panitia yang merugikan siswa.

Selain itu, Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu bersama DPRD membuka posko pengaduan untuk membantu para siswa yang terdampak kasus ini.

Harapan ke Depan

Buhanuddin mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang ikut turun tangan menyelesaikan masalah. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting agar kepala sekolah lebih waspada terhadap praktik kecurangan.

“Ke depan, kami akan memperketat pengawasan supaya kasus seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki