Kolaborasi Kementerian Agama RI dan UIN Jakarta dalam penerjemahan Al-Qur’an Bahasa Betawi mendapat apresiasi dari para tokoh Betawi, termasuk Imam Besar FBR KH Lutfi Hakim, yang hadir dalam pembahasan hasil terjemahan tersebut.

Imam Besar FBR Apresiasi Terjemahan Al-Qur’an ke Bahasa Betawi

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA – Kolaborasi antara Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Kementerian Agama RI dan Pusat Studi Betawi (PSB) UIN Jakarta membuahkan hasil penting bagi pelestarian budaya lokal. Proyek penerjemahan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Betawi menjadi langkah nyata dalam mengakui eksistensi bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan nasional.

Pengakuan terhadap Eksistensi Bahasa Betawi

Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR), KH Lutfi Hakim, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah penerjemahan ini.
Menurutnya, “Upaya ini merupakan bentuk pengakuan terhadap eksistensi Bahasa Betawi sebagai bahasa penutur keempat terbesar yang digunakan masyarakat Indonesia,” ujarnya saat menghadiri Fullboard Meeting Pembahasan Hasil Terjemahan yang digelar pada 10–12 Juli lalu.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kick off yang dilakukan pada bulan Ramadhan 1445 H. Program ini juga memperkuat komitmen Kementerian Agama dalam memperluas akses masyarakat terhadap pemahaman Al-Qur’an dalam bahasa daerah.

Penerjemahan Sejalan dengan Aspirasi Masyarakat Betawi

Lebih lanjut, Kyai Lutfi Hakim yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Seni dan Budaya MUI DKI Jakarta menegaskan bahwa penerjemahan ini selaras dengan aspirasi masyarakat Betawi dalam melestarikan bahasa dan identitas kulturalnya.

“Ini merupakan kerja ibadah, yang dengannya terjemahan ini bisa lebih mendekatkan Al-Qur’an kepada masyarakat penutur bahasa Betawi, sehingga dapat menambah khazanah pengetahuan mereka,” tutur Kyai Lutfi.

Harapan Dukungan dari Pemerintah Daerah

Sebagai penutup, KH Lutfi berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut serta mendukung penyebaran terjemahan ini.
“Saya berharap Pemda Jakarta mengalokasikan anggaran khusus untuk menggandakannya agar bisa dinikmati oleh orang banyak,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkaya literasi keagamaan, tetapi juga memperkuat posisi Bahasa Betawi sebagai warisan budaya yang hidup dan relevan di tengah masyarakat modern.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana