
JAKARTA, Supersemar News — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menerima audiensi dari perwakilan Kesultanan Banjar dan Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Turut mendampingi Menteri, Staf Khusus Bidang Media dan Komunikasi Publik, Muhammad Asrian Mirza, serta Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, Ismunandar.
Pertemuan ini membahas kerja sama antara UICI—kampus digital pertama dan terbesar di Indonesia—dan Kesultanan Banjar dalam proyek digitalisasi museum sejarah dan budaya, yang menjadi langkah strategis pelestarian budaya berbasis teknologi.
Proyek ini merupakan inisiatif langsung dari Sultan Khairul Saleh Al Mu’tasimbillah, sebagai pemimpin Kesultanan Banjar yang berkomitmen tinggi terhadap pelestarian warisan sejarah dan budaya Banjar. Implementasi proyek ini turut dipantau secara langsung oleh Pangeran Dhia Hidayat, guna memastikan setiap tahap pengembangan Museum Digital berjalan dengan baik dan selaras dengan visi kebudayaan Kesultanan.
Sebelumnya, Kesultanan Banjar dan UICI telah menjalin kemitraan strategis dalam bidang budaya dan pendidikan, termasuk pemberian beasiswa bagi masyarakat Banjar untuk menempuh pendidikan di UICI, serta kerja sama pengembangan museum digital yang merepresentasikan artefak, cagar budaya, dan arsip sejarah Kesultanan.
Dalam presentasinya, Rektor UICI, Prof. Dr. Laode Masihu Kamaluddin, memaparkan bahwa proyek ini akan dimulai dari wilayah Kesultanan Banjar dan secara bertahap diperluas ke berbagai kesultanan dan kerajaan lainnya di Indonesia. Proyek ini dirancang untuk mendigitalisasi koleksi sejarah, termasuk benda-benda peninggalan, artefak, situs budaya, dan dokumentasi sejarah, dalam sebuah platform digital yang dapat diakses publik secara luas.
Kesultanan Banjar dikenal sebagai kesultanan yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya lokal. Melalui proyek ini, Kesultanan menegaskan perannya sebagai pelopor dalam pelestarian budaya berbasis teknologi, dengan semangat kolaborasi dan inovasi.
Kementerian Kebudayaan menyampaikan apresiasi atas langkah inovatif dan kolaboratif yang dilakukan oleh UICI dan Kesultanan Banjar, dan memandang proyek ini sebagai kontribusi penting dalam pelestarian warisan budaya nasional melalui pendekatan digital yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, imbuhnya.
(FAUJI/Supersemar News)
