Pendaftaran film santri di SANFFEST 2025 dimulai 10 November 2025

- Jurnalis

Sabtu, 1 November 2025 - 22:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Direktur Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Basnang Said mengatakan penyelenggara Santri Film Festival (SANFFEST) 2025 memfasilitasi jejaring pesantren di seluruh Indonesia mengikutsertakan para santri dalam lokakarya penulisan skenario, penyutradaraan, sinematografi, hingga penyuntingan gambar dan tata suara.

Film hasil produksi para peserta akan dikurasi oleh tim profesional yang terdiri atas sineas, akademisi pesantren dan praktisi budaya yang difasilitasi Kemenag bersama dengan Kementerian Kebudayaan.

Dalam laman Kementerian Agama, Minggu, Basnang mengatakan pendaftaran film dibuka pada mulai 10 November 2025 sampai 29 November 2025 melalui https://sanffest.com.

Baca Juga :  Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Hakim MK Arsul Sani Kutip Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 13 soal Perang Badar

Adapun lokakarya perfilman secara nasional lewat daring dimulai dari 25 Oktober hingga 9 November 2025.

Ajang sinema pesantren berskala nasional ini mengusung tema Santri Memandang Dunia Melalui Lensa Budaya.

Sejumlah tokoh nasional, seperti Habiburrahman El Shirazy, Deddy Mizwar, Asma Nadia, dan Ustadz Erick Yusuf, mereka akan membekali peserta seputar nilai-nilai syariat dalam seni perfilman serta praktik produksi film berbasis nilai dan kearifan lokal.

Puncaknya, malam penghargaan SANFFEST 2025 bagi karya-karya terbaik sekaligus ajang jejaring nasional bagi komunitas perfilman santri digelar pada 14 Desember 2025.

Baca Juga :  Kapolres Diadukan ke Kapolri, Polres Jakpus Sampaikan Klarifikasi

Basnang berharap ajang yang digelar bersama Kementerian Agama dan Kementerian Kebudayaan dapat menumbuhkan kelompok atau komunitas perfilman santri di berbagai daerah, membentuk ekosistem kreatif pesantren yang berkelanjutan, serta menempatkan santri sebagai aktor penting dalam percakapan kebudayaan nasional dan global.

Kolaborasi lintas kementerian itu menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi antara pendidikan keagamaan dan pengembangan kebudayaan nasional.

(Antara)( SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN
BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Gempa M 7,0 Guncang Tibet China
Enam Agama, Satu Kampus: Merawat Toleransi di IABN Sriwijaya Tangerang
KCIC mendukung mobilitas pelari Jakarta Running Festival melalui Whoosh
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:05 WIB

POLSEK TAMBORA RESPONS CEPAT ADUAN WARGA, CEGAH KERIBUTAN KELUARGA DI PEKOJAN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:24 WIB

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB