
(PGMNI dan MGMP DKI Jakarta Dorong Transformasi Pembelajaran Madrasah)
SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA — Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) DKI Jakarta bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab DKI resmi menggelar Workshop Bahasa Arab Metode Mustaqilli serta Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis 13 November 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kompetensi para pendidik madrasah dan memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang lebih mandiri dan adaptif.
Untuk memaksimalkan SEO dan pengalaman pembaca, istilah penting disertai [tautan internal] dan [tautan eksternal] agar dapat diarahkan ke halaman pendukung sesuai kebutuhan redaksi.

PGMNI Dorong Silaturahmi dan Penguatan Kompetensi Guru
Ketua PGMNI DKI Jakarta, Siti Ruchanah, menegaskan bahwa workshop ini bukan hanya ruang pelatihan, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarpendidik.
Ia menyampaikan dengan tegas:
“Kegiatan workshop ini kami gelar untuk mempererat silaturahmi antara guru-guru madrasah, khususnya guru Bahasa Arab dari tingkat MI, MTs, hingga MA. Selain itu, kami ingin menambah wawasan keilmuan para guru terkait pembelajaran Metode Mustaqilli.”
Menurutnya, PGMNI melihat bahwa guru madrasah membutuhkan pendekatan baru yang lebih visioner dan sesuai dengan perkembangan zaman. Karena itu, metode Mustaqilli dipandang sebagai bekal berharga untuk diterapkan di ruang kelas.
Siti Ruchanah menambahkan:
“Metode Mustaqilli adalah metode baru yang insya Allah akan digunakan guru-guru madrasah ke depan. Kami ingin memastikan para pendidik mendapat pemahaman utuh sehingga dapat mengimplementasikan metode ini secara maksimal.”
Dengan peran aktif PGMNI, kegiatan ini dianggap menjadi langkah nyata dalam mendorong kualitas pembelajaran Bahasa Arab dan meningkatkan keprofesionalan guru madrasah.
Mustaqilli Perkuat Kemandirian Belajar Peserta Didik
Workshop ini memperkenalkan Metode Mustaqilli [tautan internal], sebuah pendekatan pembelajaran Bahasa Arab yang menekankan pada kemandirian belajar dan peningkatan kompetensi bertahap.
Metode ini kini menjadi sorotan berbagai lembaga pendidikan karena struktur dan materi ajarnya terbukti mampu meningkatkan kemampuan siswa secara terukur.
PGMNI menegaskan bahwa Mustaqilli layak diterapkan sebagai standar baru pembelajaran Bahasa Arab, terutama untuk:
- memperkuat kebiasaan membaca,
- meningkatkan kemampuan hafalan,
- serta melatih kemampuan berbicara dalam konteks nyata.
Melalui metode ini, guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi mentor yang membimbing kemandirian peserta didik.
KH. Agus Shohib Paparkan Fondasi dan Keunggulan Mustaqilli
Penemu metode Mustaqilli, KH. Agus Shohib Khaironi, hadir dan memberikan pemaparan mendalam mengenai fondasi metode ini.
Ia menegaskan:
“Metode Mustaqilli kami rancang untuk meningkatkan kemampuan anak-anak di berbagai aspek bahasa Arab, mulai dari keterampilan membaca, hafalan, hingga kemampuan berbicara. Setiap level dibuat dengan target jelas sehingga hasil belajar dapat dipantau dan diarahkan secara berkelanjutan.”
Menurut KH. Agus Shohib, kemandirian belajar adalah kunci. Karena itu, Mustaqilli memadukan manajemen hafalan, intensitas praktik membaca, serta pembiasaan berbicara agar siswa mampu memahami bahasa Arab tidak hanya secara teori, tetapi juga praktik.
Penjelasan tersebut disambut antusias oleh guru-guru yang hadir, terutama karena metode ini dinilai sangat aplikatif dan mudah diterapkan di madrasah mana pun.
Integrasi Kurikulum Cinta dan Deep Learning
Selain Mustaqilli, workshop ini juga mengenalkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta [tautan eksternal] dan pendekatan Deep Learning [tautan internal].
Kedua konsep ini menekankan pentingnya hubungan emosional, empati, dan pemahaman mendalam antara guru dan peserta didik.
Pendekatan ini dinilai mampu:
- membangun karakter guru dan siswa,
- menciptakan lingkungan belajar yang positif,
- menguatkan motivasi internal peserta didik,
- serta mendorong pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna.
Dengan integrasi kedua metode tersebut, guru madrasah diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih humanis, reflektif, dan progresif.
Antusiasme Tinggi, PGMNI dan MGMP DKI Mantapkan Komitmen
Para peserta workshop mengaku bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran di madrasah. Mereka menilai Mustaqilli membawa angin segar bagi pendidikan Bahasa Arab, terutama dalam peningkatan mutu hafalan, kelancaran membaca, dan keberanian berbicara.
PGMNI dan MGMP DKI Jakarta menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh wilayah.
Tujuannya jelas: memperkuat profesionalisme guru madrasah dan memastikan metode Mustaqilli dapat diterapkan secara masif dan konsisten.
Dengan komitmen kuat dari seluruh pihak, workshop ini dipandang sebagai tonggak penting dalam transformasi pendidikan Bahasa Arab di Indonesia.
SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki
