Perwira TNI AU Raih Best International Student di FIC RAAF

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 21:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tampak mengenakan flight suit lengkap di kokpit pesawat tempur, Perwira TNI AU, Kapten Pnb Muhammad Nogi Bramantyo, menunjukkan profesionalisme seorang instruktur penerbang yang tengah mengukir prestasi global di FIC RAAF Australia. (Foto: Dok. Dispenau)

SUPERSEMAR NEWS – Kapten Pnb Muhammad Nogi Bramantyo kembali mengukir prestasi global dan mengharumkan nama Indonesia setelah meraih gelar Best International Student pada Flying Instructor Course (FIC) yang digelar Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) pada Kamis (20/11).
Pencapaian ini menegaskan profesionalisme, kompetensi, dan daya saing penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) di kancah internasional.

Prestasi Global Perwira TNI AU

Perwira penerbang dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin itu menunjukkan performa terbaik sepanjang pelaksanaan kursus dan mengungguli para peserta internasional lainnya.
Menurut keterangan resmi Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi Nogi dalam setiap tahap pendidikan.

Baca Juga :  Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab Wapang dan KSAD di Cilangkap

“Penghargaan yang diraih Kapten Pnb Nogi menegaskan profesionalisme serta konsistensinya selama mengikuti seluruh tahapan kursus. Ini menjadi kebanggaan bagi Skadron Udara 11 serta TNI Angkatan Udara,” tegas Dispenau dalam siaran pers, Sabtu (22/11).

Memperkuat Kompetensi dan Kerja Sama RI–Australia

Lebih jauh, TNI AU menyatakan bahwa prestasi ini memperkuat kualitas instruktur penerbang Indonesia, sekaligus menjadi kontribusi strategis bagi peningkatan kerja sama pendidikan militer antara Indonesia dan Australia.
Kolaborasi ini sejalan dengan penguatan diplomasi pertahanan kedua negara dan pengembangan kualitas SDM militer Indonesia.

Dalam sesi latihan fisiologis, Perwira TNI AU, Kapten Pnb Muhammad Nogi Bramantyo, tampak mengenakan alat pernapasan di ruang simulasi ketinggian, memperlihatkan proses ketat yang harus dijalani sebelum memasuki fase inti Flying Instructor Course di Australia. (Foto: Dok. Dispenau)

Menjalani Pendidikan Intensif di Australia

Sebelum memasuki fase inti FIC, Nogi mengikuti Special Language Bridging Course di DITC Laverton untuk memastikan kemampuan bahasa dan adaptasi teknisnya memenuhi standar operasi RAAF.

Baca Juga :  KM Dorolonda Singgah Perdana di Pelabuhan Donggala, Perkuat Konektivitas Laut

Selanjutnya, ia menempuh pendidikan intensif selama tiga bulan di Central Flying School East Sale, sebuah lembaga pelatihan instruktur terbang yang menjadi pusat peningkatan kapabilitas pilot militer Australia.

Materi Pelatihan Berstandar Internasional

Selama program, Nogi mempelajari beragam materi instruktur penerbang, mulai dari:

  • General Flight
  • Formation Flying
  • Instrument Flight
  • Airborne Instruction Technique
  • Navigation
  • Combo Flight

Setiap fase pelatihan disusun untuk menghasilkan instruktur penerbang yang mampu mengajar, mengevaluasi, dan mengendalikan operasi penerbangan dengan standar keselamatan tinggi.

Program tersebut ditutup dengan Flight Category/Instructor Check, yang menjadi evaluasi tertinggi bagi peserta.
Sepanjang pendidikan, Nogi mencatat total sekitar 38 jam terbang, melampaui standar minimum yang ditetapkan lembaga pelatihan.

Dampak Strategis bagi TNI AU

Prestasi ini dinilai mengangkat reputasi TNI AU dalam jaringan kerja sama internasional, terutama dengan negara-negara sahabat.
Selain itu, kompetensi yang dibawa pulang Nogi akan menjadi nilai tambah dalam peningkatan kualitas pelatihan penerbang di lingkungan TNI AU.

Prestasi Kapten Pnb Muhammad Nogi Bramantyo menjadi bukti bahwa SDM TNI AU mampu bersaing dan berprestasi di arena pelatihan militer dunia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi pertahanan.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pencurian Tiga Tabung Gas 3 Kg Viral di Medsos, Polsek Kalideres Bergerak Cepat Amankan Pelaku
Putra Dono Warkop Jadi Ilmuwan Nuklir di Jerman, Ini Faktanya!
Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Integritas Polri Diuji
Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat di Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya, Ajak Anggota Polri Jadikan Tugas sebagai Ladang Ibadah
Cegah Karhutla Sejak Dini, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Edukasi Siswa SMAN 1 Tewah
Pangdam XXII/TB Terjun Langsung Pimpin Evakuasi Helikopter MI-17V5 di Seruyan
Kodam XXII/TB Terima Tim Pokja Sahli Kasad, Bahas Penguatan Front Perlawanan Rakyat
Kapolri Terima Delegasi ONCB Thailand, Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Narkotika Lintas Negara
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:16 WIB

Pencurian Tiga Tabung Gas 3 Kg Viral di Medsos, Polsek Kalideres Bergerak Cepat Amankan Pelaku

Jumat, 6 November 2026 - 16:57 WIB

Putra Dono Warkop Jadi Ilmuwan Nuklir di Jerman, Ini Faktanya!

Jumat, 6 November 2026 - 16:11 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Integritas Polri Diuji

Jumat, 6 November 2026 - 13:32 WIB

Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat di Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya, Ajak Anggota Polri Jadikan Tugas sebagai Ladang Ibadah

Jumat, 6 November 2026 - 12:35 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Edukasi Siswa SMAN 1 Tewah

Berita Terbaru