Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, berdialog bersama jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan dalam kunjungan silaturahmi di Palembang, sebagai bagian dari sinergi Polda Sumatera Selatan dengan ulama untuk memperkuat kamtibmas, menangkal narkoba, judi online, dan menjaga moral bangsa di Sumsel 2026.

SUPERSEMAR NEWS – PALEMBANG – Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, Kapolda Sumatera Selatan, menegaskan komitmennya membangun sinergi strategis dengan organisasi keagamaan demi memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah konkret tersebut ia tunjukkan melalui kunjungan kerja ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan di Kota Palembang, Kamis (19/2/2026).

Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial. Sebaliknya, pertemuan tersebut menjadi forum strategis membahas tantangan nyata yang dihadapi masyarakat Sumatera Selatan, mulai dari peredaran narkoba, maraknya judi online, hingga penetrasi konten negatif di ruang digital yang mengancam moral generasi muda.

SUPERSEMAR NEWS mencatat, pendekatan humanis dan kolaboratif yang dibangun Polda Sumsel mencerminkan transformasi kepolisian modern. Polri tidak lagi berdiri sendiri sebagai aparat penegak hukum, melainkan hadir sebagai mitra masyarakat dan tokoh agama dalam merawat stabilitas sosial.

Tantangan Kamtibmas Kian Kompleks

Dalam paparannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa dinamika kamtibmas terus berkembang. Ia menyebut peredaran narkotika yang menyasar pelajar dan mahasiswa sebagai ancaman serius terhadap masa depan bangsa. Selain itu, praktik judi online yang kian masif turut memperburuk kondisi sosial-ekonomi keluarga.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi konkret dengan para ulama dan tokoh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai perkembangan teknologi digital menghadirkan dua sisi mata uang. Di satu sisi, teknologi membuka akses informasi tanpa batas. Namun di sisi lain, ruang digital juga menjadi medium penyebaran hoaks, radikalisme, hingga propaganda destruktif.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat literasi digital. Dengan demikian, generasi muda mampu memilah informasi secara kritis dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

Sinergi dengan Muhammadiyah

Pertemuan yang berlangsung di Kompleks Universitas Muhammadiyah Palembang itu dihadiri Ketua PW Muhammadiyah Sumsel, H. Ridwan Hayatuddin, beserta jajaran pengurus pleno. Dalam dialog terbuka tersebut, kedua pihak menyamakan persepsi mengenai langkah preventif menjaga stabilitas wilayah.

Muhammadiyah, sebagai organisasi Islam modernis dengan jaringan pendidikan dan sosial yang luas, dinilai memiliki peran vital dalam membangun karakter generasi muda. Kapolda Sumsel mendorong penguatan nilai kebangsaan, moderasi beragama, serta pembinaan moral melalui pendidikan formal dan nonformal.

Ketua PW Muhammadiyah Sumsel menyampaikan apresiasi atas inisiatif silaturahmi tersebut. Ia menegaskan kesiapan Muhammadiyah untuk bersinergi dalam pembinaan masyarakat serta menjaga Sumatera Selatan dari ancaman degradasi moral.

Kolaborasi ini, menurutnya, bukan hanya bersifat reaktif terhadap masalah, melainkan juga proaktif dalam membangun ketahanan sosial jangka panjang.

Rangkul Nahdlatul Ulama

Sebelumnya, Kapolda Sumsel juga melakukan silaturahmi dengan Ketua PW Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan, KH. Hendra Zainuddin, pada Minggu (15/2/2026). Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan komitmen Polda Sumsel merangkul seluruh elemen ulama tanpa terkecuali.

Langkah ini menegaskan bahwa stabilitas keamanan bukan hanya urusan aparat, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh komponen bangsa. Dengan melibatkan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Polda Sumsel memperluas basis kolaborasi sosial demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Strategi Preventif dan Edukasi Digital

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi program komunikasi preventif kepolisian.

Ia menegaskan, Polda Sumsel membuka ruang kolaborasi konkret dalam edukasi pencegahan narkoba dan perjudian daring. Selain itu, kepolisian juga mendorong pelibatan dai, ustaz, dan pendidik dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas melalui ceramah, khutbah, serta forum diskusi keagamaan.

Strategi ini dinilai efektif karena pendekatan moral dan spiritual memiliki daya jangkau emosional yang kuat di tengah masyarakat. Dengan demikian, pesan-pesan pencegahan dapat diterima secara persuasif dan berkelanjutan.

Investigasi Sosial: Ancaman Nyata di Lapangan

Berdasarkan pemantauan SUPERSEMAR NEWS, praktik judi online di Sumatera Selatan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Modus operandi yang memanfaatkan aplikasi dan platform digital membuat aktivitas ilegal ini sulit dideteksi secara konvensional.

Di sisi lain, peredaran narkoba memanfaatkan jalur distribusi yang semakin canggih. Aparat kepolisian telah melakukan berbagai operasi penindakan, namun upaya represif saja tidak cukup tanpa dukungan edukasi preventif dari masyarakat.

Oleh sebab itu, sinergi dengan organisasi keagamaan menjadi strategi kunci. Ulama memiliki legitimasi moral yang kuat di tengah masyarakat, sehingga mampu menjadi agen perubahan sosial yang efektif.

Peran Ulama dalam Menjaga Moral Bangsa

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa ulama berperan sebagai penjaga nilai dan moral bangsa. Dalam konteks ini, ia mendorong peningkatan dakwah yang menyejukkan serta penanaman nilai toleransi dan cinta tanah air.

Selain itu, penguatan moderasi beragama menjadi prioritas agar masyarakat tidak mudah terpapar ideologi ekstrem. Dengan pendekatan inklusif dan edukatif, potensi konflik sosial dapat ditekan sejak dini.

Ia juga mengajak organisasi keagamaan memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah positif. Konten edukatif yang kreatif dan informatif diyakini mampu menandingi arus informasi negatif yang beredar luas.

Komitmen Berkelanjutan Polda Sumsel

Melalui sinergi strategis ini, Polda Sumsel menegaskan komitmen menjaga kamtibmas secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektoral diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial serta mencegah berbagai potensi gangguan keamanan.

Lebih jauh, Kapolda Sumsel menekankan bahwa pelayanan kepolisian harus adaptif terhadap perubahan zaman. Transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan terhadap masukan masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.

Dengan demikian, sinergi antara aparat kepolisian dan organisasi keagamaan tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga langkah konkret membangun Sumatera Selatan yang aman, religius, dan berdaya saing.

SUPERSEMAR NEWS menilai langkah strategis Kapolda Sumsel ini sebagai model kolaborasi keamanan berbasis komunitas. Jika dijalankan secara konsisten dan inovatif, pendekatan ini berpotensi menjadi contoh nasional dalam menjaga moral bangsa dan stabilitas wilayah.***(SB)

SupersemarNewsTeam