
JAKARTA, Supersemar News – Sebuah perangkat bawah laut tanpa awak ditemukan menyusup di Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). TNI AL kini bergerak cepat menyelidiki benda asing yang ditemukan di jalur pelayaran internasional ALKI II tersebut.
Penemuan ini bermula saat seorang nelayan bernama Ariyanto (28) tengah memancing di perairan utara Gili Trawangan, Senin (6/4) pagi. Ia melihat benda mirip robot mengapung sekitar 10 mil dari bibir pantai dan langsung melaporkannya ke petugas.
“Objek tersebut telah berhasil dievakuasi dengan aman dan telah diserahterimakan kepada Posal Gili Air,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul saat dikonfirmasi Indonesia Defense Magazine, Rabu (8/4).
TNI AL Bongkar ‘Otak’ Perangkat Asing
Saat ini, benda tersebut sudah berada di pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram. Pasukan Polisi Militer menjaga ketat perangkat yang diduga membawa misi rahasia ini. TNI AL pun menerjunkan tim ahli untuk membedah data yang tersimpan di dalam mesin tersebut.
Tunggul menegaskan, pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan siapa pemilik asli perangkat tersebut. Tim ahli akan melakukan identifikasi teknis secara menyeluruh.
“Tujuannya untuk mengetahui asal-usul, fungsi, maupun data-data yang terkandung di dalamnya,” ujar Tunggul.
Diduga Robot Pemeta Arus Buatan Cina
Berdasarkan informasi lapangan yang beredar, perangkat ini diduga kuat merupakan Autonomous Underwater Vehicle (AUV) atau robot bawah air otomatis. Pada badan alat tersebut, terdapat tulisan Mandarin yang berarti “hasil pengembangan”.
Robot ini diduga merupakan buatan perusahaan industri militer Cina, yakni China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC). Di dalamnya tertanam alat bernama Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP), yaitu sensor sonar yang mampu memetakan arus laut secara mendetail.
Ancaman di Jalur Kapal Selam Selat Lombok
Masuknya perangkat asing ini menjadi perhatian serius karena Selat Lombok adalah bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Berbeda dengan jalur lain, Selat Lombok sangat dalam sehingga sering menjadi rute perlintasan senyap bagi kapal selam bertenaga nuklir.
TNI AL menyatakan akan terus berkomitmen menjaga kedaulatan laut NKRI. Pengawasan terhadap penggunaan perangkat bawah laut tanpa izin oleh pihak asing kini semakin diperketat.
”TNI AL akan terus berkomitmen penuh menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut NKRI dari segala bentuk aktivitas tanpa izin,” tegas Tunggul.
(Dasen CM)
