SupersemarNews, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi DKI Jakarta menghadiri kegiatan pembahasan konsep organisasi dan tata kerja Kantor Pertanahan berbasis pendekatan wilayah yang digelar oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang dipimpin Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, tersebut menjadi forum strategis dalam merumuskan arah transformasi organisasi Kantor Pertanahan agar lebih adaptif terhadap dinamika wilayah dan kebutuhan pelayanan masyarakat.

Dalam arahannya, Ossy menekankan pentingnya kajian yang mendalam pada tahap awal perumusan perubahan struktur organisasi. Hal itu diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan responsif.Ia juga menyoroti perlunya penyesuaian pendekatan kerja di lingkungan Kantor Pertanahan. Menurut dia, persoalan pertanahan di lapangan kerap muncul mengikuti karakteristik wilayah, terutama di kawasan yang berkembang pesat akibat investasi.“Persoalan di lapangan muncul dalam konteks wilayah tertentu, misalnya kawasan yang berkembang cepat karena investasi, sehingga muncul kebutuhan sertipikasi, penataan ruang, hingga potensi sengketa,” ujar Ossy.Selama ini, organisasi dan tata kerja di lingkungan ATR/BPN dinilai masih menitikberatkan pada fungsi teknis. Melalui pendekatan berbasis wilayah, diharapkan penguatan dilakukan pada aspek pemahaman kondisi lapangan dan dinamika wilayah kerja.Kehadiran Kanwil BPN DKI Jakarta dalam forum tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya transformasi kelembagaan di lingkungan ATR/BPN. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan pertanahan yang lebih profesional, modern, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.