KOTIM, Supersemar News – Aktivitas kendaraan bertonase berat untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di kawasan Wengga Metropolitan (WMP) 31, Kelurahan Baamang Tengah, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dikeluhkan warga setempat.

Pasalnya Jalan lingkungan yang sebelumnya dalam kondisi baik kini mengalami kerusakan yang cukup parah di sejumlah titik.

Tokoh masyarakat setempat mengatakan warga pada dasarnya mendukung penuh program Sekolah Rakyat yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat di sektor pendidikan.

Namun, menurutnya, aktivitas proyek perlu disertai perhatian terhadap dampak lingkungan dan fasilitas umum yang digunakan masyarakat.

“Kami mendukung program pendidikan gratis dari pemerintah karena sangat membantu masyarakat Kotim, Tetapi aktivitas mobil bermuatan berat yang menyebabkan jalan rusak juga harus menjadi perhatian,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (14/5/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan proyek keluar masuk area pembangunan hampir setiap hari. Sejumlah truk juga terlihat parkir di sisi jalan lingkungan warga.

Menurut warga lainya, akses jalan tersebut merupakan jalur utama warga untuk bekerja, berjualan, hingga mengantar anak ke sekolah. Ia menyebut kerusakan mulai terlihat setelah jalan dilintasi kendaraan proyek bertonase besar.

“Dulu kondisi jalan masih bagus. Sekarang mulai berlubang dan ketika hujan tergenang lumpur. Warga berharap ada tanggung jawab perbaikan,” katanya.

Warga meminta adanya kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab terhadap perbaikan jalan yang rusak akibat aktivitas proyek pembangunan tersebut.

“Setiap hari truk bermuatan berat melintas di jalan tersebut, bahkan hingga malam hari. Kami mendukung proyek ini, namun harus ada pertanggungjawaban atas kerusakan jalan yang terjadi akibat aktivitas truk bermuatan berat tersebut,” ujar salah seorang warga yang enggan di sebutkan namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait di Kabupaten Kotawaringin Timur belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kerusakan jalan maupun rencana perbaikannya. Wartawan masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut.(red)