SupersematNews, JAKARTA — Dokter sekaligus praktisi kesehatan masyarakat, Ngabila Salama, mengingatkan bahwa polusi udara dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yang hingga kini masih menjadi beban penyakit cukup tinggi di wilayah perkotaan padat seperti Jakarta.

Menurut Ngabila, paparan polusi udara juga dapat memperberat penyakit pernapasan seperti asma, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bahkan berisiko memicu penyakit jantung, stroke, hingga kanker paru.

“Partikel halus seperti PM2.5 sangat berbahaya karena dapat masuk jauh ke dalam paru-paru bahkan hingga ke aliran darah,” ujar Ngabila dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah kelompok masyarakat yang lebih rentan terdampak polusi udara, yakni bayi dan balita, lanjut usia, ibu hamil, penderita asma, PPOK, maupun penyakit jantung.

Selain itu, masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan seperti pengendara, pekerja lapangan, dan pedagang kaki lima juga memiliki risiko paparan lebih tinggi.

Dari sisi kesehatan masyarakat, Ngabila mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara sedang buruk. Penggunaan masker dengan filtrasi tinggi seperti KN95 atau N95 juga disarankan apabila masyarakat tetap harus beraktivitas di area terbuka.Ia juga mengingatkan pentingnya mengurangi sumber polusi di dalam