
Anggota Dewan Jabar melakukan inspeksi lapangan, evaluasi pembangunan wahana atau bianglala
Bogor,Supersemar news – Ricky Kurniawan, anggota DPRD Jawa Barat, memastikan bahwa kinerja PT Jaswita Jabar dinilai. Pasalnya, BUMD di Jawa Barat ini dinilai kurang transparan.
“Banyak dari kita yang tidak tahu kegiatan PT Jaswita Jabar, jadi kita akan bahas lagi. Setelah pemilu nanti akan ada aktivasi BUMD dan kita akan lihat,” ujar Ricky Kurniawan pada Sabtu (26/10/2024).
Menurut anggota DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan Bogor ini, proyek wisata yang dibangun oleh PT Jaswita Jabar di atas lahan perkebunan teh perlu dievaluasi. Terutama yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran lingkungan.
“Jika Anda melihat di Google Maps,” katanya, ”ribuan pohon teh telah ditebang, jelas-jelas merusak lingkungan.
Ricky juga dengan tegas menuntut agar wahana bianglala, yang terbukti melanggar, segera dibongkar. Bahkan jika seluruh proyek harus dibongkar.
Ia menambahkan: “Menurut saya, ini sangat merusak lingkungan dan saya ingin mengembalikannya seperti semula.”
Para politisi Gerindra melihat bahwa masalah yang melibatkan PT Jaswita Jabar di kawasan Puncak harus menjadi bahan refleksi bagi para wakil rakyat di legislatif tentang BUMD.
Hingga saat ini, hanya dua BUMD di Jawa Barat yang dianggap sehat dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD), yaitu Bank Jawa Banten (BJB) dan PT Migas Hulu Jabar.
Memang, BUMD didirikan dengan tujuan bisnis untuk meningkatkan PAD. Namun, hanya dua dari sekian banyak BUMD yang berhasil. Kinerja PT Jaswita Jabar, di sisi lain, tak ubahnya seperti pegawai negeri sipil.
“Dalam rapat dengar pendapat, hanya hal-hal positif saja yang disampaikan dan tidak ada hal-hal negatif yang disampaikan, karena mereka terlihat lebih tahu tentang bisnis ini,” jelasnya.
Ricky juga menyatakan bahwa PT Jaswita Jabar saat ini sedang dalam masa transisi dan pengurusnya sering berganti-ganti. “Kami akan mengubah BUMD ini dengan pola PNS,” paparnya.
(SupersemasNewsTeam)
(R/SanggaBuana)
