Warga berkumpul di sekitar bangunan yang hancur akibat konflik di Gaza. Kerusakan infrastruktur dan dampak perang semakin memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

SUPERSEMARNEWS.COM BOGOR – Qatar menghentikan perannya sebagai mediator antara Israel dan Hamas setelah menilai kedua pihak tidak bernegosiasi dengan itikad baik, kata dua sumber kepada CNN. Qatar, yang menampung kantor politik Hamas di Doha, awalnya memfasilitasi pembicaraan antara keduanya melalui Mesir.

Qatar memutuskan mundur setelah Israel dan Hamas enggan bernegosiasi konstruktif. Negosiasi yang aktif bulan lalu terhenti setelah Hamas mengeksekusi enam sandera Israel di Gaza. Pada 11 Mei, gencatan senjata sementara yang ditengahi Qatar dan Mesir membebaskan 105 sandera Israel dan 240 tahanan Palestina.

Qatar menilai bahwa mediasi kini lebih fokus pada politik dan pencitraan daripada upaya perdamaian yang nyata. Hamas menuntut penghentian perang permanen di Gaza, namun PM Israel Netanyahu menolak dan mengajukan syarat baru di menit terakhir kesepakatan.

Saat ini, 101 sandera masih ditahan di Gaza, sementara operasi militer Israel sejak 7 Oktober telah menewaskan lebih dari 43.000 orang di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Seorang ibu berduka di samping jenazah korban konflik di Gaza. Kesedihan mendalam terlihat di antara keluarga yang kehilangan akibat kekerasan yang terus berlangsung.

Menteri Ekonomi Israel, Nir Barkat, menyatakan di X bahwa Qatar bukan mediator, melainkan “pembela Hamas” yang mendanai dan melindungi kelompok tersebut. Selama bertahun-tahun, PM Netanyahu mendukung dana Qatar untuk Hamas guna melemahkan politik Palestina dan mencegah pembentukan negara Palestina.

Ini bukan pertama kalinya Qatar menyuarakan ketidakpuasan. Pada April, PM dan Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengungkapkan bahwa pihak-pihak konflik memanfaatkan upaya Qatar untuk “kepentingan politik sempit” dan meminta evaluasi menyeluruh terhadap peran Qatar.

Qatar memberi tahu pemerintahan Biden bahwa mereka siap kembali menjadi mediator jika kedua belah pihak bersedia berunding secara tulus untuk menghentikan perang dan penderitaan warga sipil.

Seorang pejabat senior AS menyebut peran Qatar penting dalam mediasi penyanderaan tahun lalu. Namun, kehadiran Hamas di Doha dianggap tidak dapat diterima karena kelompok tersebut terus menolak membebaskan sandera, bahkan dalam pertemuan di Kairo.

(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)
Sumber berita ; CNN WORLD
Editor  : Sangga Buana