SUPERSEMARNEWS.COM BOGOR  – Dedi Mulyadi, lahir 11 April 1971 di Subang, Jawa Barat, adalah seorang aktivis dan politikus Indonesia yang telah lama malang melintang di dunia politik.

Ia menjabat sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Barat VII dan duduk di Komisi VI selama periode 2019-2023.

Sebelumnya, ia mengemban tugas sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode berturut-turut, yaitu dari 2008 hingga 2018. 

Karier Politik

Karier Dedi dimulai pada 1999 sebagai legislator DPRD Purwakarta, lalu menjabat Wakil Bupati Purwakarta pada 2003-2008.

Ia kemudian terpilih sebagai Bupati Purwakarta pada 2008 dan kembali memimpin pada periode 2013-2018.

Pada 2016, ia diaklamasi menjadi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.

Dalam Pilgub Jabar 2018, ia mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur berpasangan dengan Deddy Mizwar.

Memasuki 2024, Dedi yang telah bergabung dengan Partai Gerindra kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat, diusung oleh Koalisi Indonesia Maju bersama Erwan Setiawan sebagai pasangannya.

Kebijakan Kontroversial

Sebagai bupati, Dedi mengeluarkan kebijakan unik, seperti melarang bertamu di atas jam 9 malam untuk mencegah perilaku negatif remaja.

Pelanggar dikenai sanksi adat, mulai dari denda hingga pengusiran sementara dari desa.

Kebijakan lain melarang permainan daring di warung internet, mengarahkan agar anak-anak lebih produktif.

Kehidupan Pribadi

Dedi menikah dengan Sri Muliawati, namun pernikahan ini berakhir tragis setelah istrinya meninggal pada 1999.

Ia kemudian menikah dengan Anne Ratna Mustika, mantan Mojang Purwakarta, dan dikaruniai dua anak. Pasangan ini bercerai pada 2023.

Penghargaan

Sebagai pengabdi masyarakat, Dedi Mulyadi dianugerahi Satyalancana Kebudayaan, penghargaan atas dedikasinya dalam melestarikan nilai-nilai budaya di tengah modernisasi.

Dengan perjalanan panjang karier dan kebijakan yang berani, Dedi terus menjadi figur berpengaruh, terutama menjelang Pilgub Jawa Barat 2024.

(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)
Sumber berita : Wikipedia Indonesia
Editor : Sangga Buana