
Foto: YouTube Kemendikdasmen
Program PPG untuk 806 Ribu Guru Dimulai Tahun Depan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru, khususnya guru honorer dan non-ASN.
Pada 2025, sebanyak 806.486 guru ASN dan non-ASN yang memenuhi kualifikasi D4 dan S1 akan mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Pemerintah telah menyiapkan program ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dengan demikian, para guru diharapkan dapat memperdalam kompetensinya melalui pelatihan tersebut.
Bantuan Tunai untuk Guru Honorer Tak Tersertifikasi
Prabowo juga memastikan guru honorer setara S1 yang belum memiliki sertifikasi akan menerima bantuan berupa cash transfer.
Menurutnya, data nama dan alamat guru-guru penerima bantuan telah dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Besaran bantuan tunai ini akan diumumkan tahun depan.
Prabowo menyatakan, “Guru yang belum tersertifikasi akan menerima bantuan langsung untuk mendukung kesejahteraan mereka,” dalam peringatan Hari Guru Nasional 2024.
Bantuan Pendidikan untuk Guru Belum S1
Prabowo menyebut sekitar 249.623 guru non-ASN belum mencapai pendidikan S1.
Untuk itu, pemerintah akan memberikan bantuan pendidikan bagi mereka yang terpilih.
Program ini akan dimulai bertahap pada 2025 untuk mendorong mereka menyelesaikan studi D4 atau S1.
Tunjangan Profesi Guru Naik
Setelah menyelesaikan PPG, guru honorer akan mendapatkan tunjangan profesi.
Prabowo memastikan tunjangan ini dinaikkan menjadi Rp 2 juta per bulan mulai tahun depan.
“Kesejahteraan guru adalah prioritas. Dengan sertifikasi, mereka layak mendapat penghargaan lebih,” tegas Prabowo.
Pernyataan ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru di Indonesia.
(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)
