BNL-250, Bom Udara Karya Anak Bangsa yang Raih Penghargaan di Tingkat ASEAN

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

JAKARTA, Supersemar News – Bom Nusantara Latih (BNL) berkapasitas 250 kilogram atau BNL-250 meraih ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award untuk kategori Project pada Kamis (22/10) di Bandung, Jawa Barat.

Penghargaan tersebut diberikan oleh ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) saat acara puncak Conference of The ASEAN Federation of Engineering Organization (CAFEO) ke-44.

Atas keberhasilan ini, BNL-250 yang dibuat oleh industri pertahanan swasta Indonesia, PT Sari Bahari, semakin diakui di tingkat internasional.

Usai menerima penghargaan, Vice President Director PT Sari Bahari, Putra Prathama Nugraha Egam, mengungkapkan rasa syukur atas pengakuan dunia internasional terhadap produk pertahanan bom udara asli buatan Indonesia.

“Kami sangat bersyukur bahwa usaha kita selama ini untuk melakukan penelitian dan pengembangan senjata bagi TNI Angkatan Udara mendapatkan pengakuan dari federasi organisasi profesi insinyur, bahkan levelnya di kawasan Asia Tenggara,” kata Putra Prathama Nugraha.

Putra menjelaskan, bom udara BNL-250 memiliki desain terbaru, yaitu low-drag design dengan bentuk streamline yang bisa meminimalkan hambatan udara dan telah kompatibel untuk pesawat tempur standar NATO.

BNL-250 juga telah sinkron dengan sistem persenjataan pesawat, sehingga bom ini bisa dijatuhkan dengan presisi menuju sasaran.

“Ini murni desain PT Sari Bahari. Itu yang menjadi satu kelebihan dari BNL-250. Dan yang lebih penting lagi, bom ini telah diverifikasi oleh Dinas Penelitian Pengembangan TNI AU,” kata Putra.

Baca Juga :  Pangdam XXII/TB Resmikan Kodim 1020/Murung Raya dan Denzipur 16/Wira Bhatara Sangiang

Putra menambahkan, setelah menerima penghargaan di tingkat ASEAN, PT Sari Bahari akan mengembangkan dari basic design BNL-250 ke kaliber-kaliber lain yang lebih besar berdasarkan kebutuhan pengguna.

“Secara geopolitik juga karena ini buatan Indonesia, dan secara tradisional Indonesia dan negara ASEAN sangat bersahabat, maka ini bisa menjadi alternatif solusi bagi militer-militer di sekitar kawasan, negara-negara sahabat dari Indonesia. Terutama di ASEAN,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sekaligus Chairman ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO),Ilham Akbar Habibie menyebut bahwa insinyur memiliki peran strategis dalam transformasi ASEAN.

“Karena itu, kerja sama antarnegara ASEAN diperlukan untuk mengubah keragaman potensi kawasan menjadi kekuatan bersama dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan,” katanya.

PT Sari Bahari menjadi satu dari empat perusahaan asal Indonesia yang menerima penghargaan di bidang rekayasa, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan. Tiga perusahaan lain yang turut menerima penghargaan ini masing-masing PT PAL Indonesia (Kapal Selam Otonomus Tanpa Awak/KSOT dan Torpedo Piranha), PT Tohaan Renewable Energy Engineering (Autothermix), dan PT Bentara Tabang Nusantara (BETA-UAS).

Spesifikasi Teknis BNL-250

Berat total: 250–270 kg
Panjang: 2.165–2.300 mm
Diameter: 273 mm
Isi:
Varian latihan → white smoke (mengeluarkan asap putih saat mengenai target).
Varian tajam (BNT-250) → TNT sebagai bahan peledak.
Fuze: —
Nomor NSN: 1325450007031 (untuk varian practice).
Kompatibilitas: F-16 Fighting Falcon, EMB-314 Super Tucano, BAE Hawk.
Varian:
Practice bomb (siang/malam).
Live bomb (tajam, destruktif).

Baca Juga :  HUT TNI ke-81: Yusuf dan Jhansen Tegaskan TNI Bersama Rakyat

Rekayasa Engineering

Desain Low-Drag Aerodinamis
Bentuk streamline untuk meminimalkan hambatan udara.
Stabilitas tinggi saat dilepaskan dari ketinggian 1.800–10.000 kaki.
Efisiensi jangkauan dan akurasi lebih baik dibandingkan bom sejenis, karena penyempurnaan desain ekor (fin) bom yang telah mendapatkan Sertifikat Desain Industri dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkum RI.

Sistem Penjatuhan & Akurasi
CCIP (Continuously Computed Impact Point): HUD pesawat menampilkan titik jatuh real-time, pilot melakukan dive attack.

CCRP (Continuously Computed Release Point): komputer pesawat menghitung otomatis kapan bom dilepas, pilot hanya menjaga jalur penerbangan.
Deviasi akurasi: <30 meter dari target pada uji coba TNI AU.

Kemandirian Produksi Lokal
Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) >70%.
Mengurangi ketergantungan pada bom impor (misalnya MK82 buatan AS).
Kolaborasi dengan PT Dahana untuk sistem bahan peledak.

Efek Destruktif (Varian Tajam BNT-250)
Ledakan kuat untuk menghancurkan sasaran permukaan.
Rencana upgrade ke smart bomb B250ST dengan jangkauan 50–70 km.

Sumber : Indonesiadefence.com

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jatim Ungkap Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Suami Siri Jadi Tersangka
Anak Muda Nongkrong Larut Malam di Banjarmasin di Datangi Polisi dan Diberi Pembinaan
Bareskrim Polri Bersinergi dengan Kemenhut, Buru Tersangka Kasus Dugaan Kejahatan Kehutanan di Jambi-Sumsel
PANGKORMAR PIMPIN SERTIJAB ASLOG, LANJUTKAN ESTAFET PENGABDIAN KORPS MARINIR
Menunggu LHKPN Tak Sekadar Formalitas: Dorong Sanksi dan Ancaman Rampas
Polda Banten Tegaskan Kapolresta Tangerang Tidak Ditahan Mabes Polri
Promotor Apresiasi Pemerintah usai Konser Andrea Bocelli Bisa Digelar di RI
Pernyataan Lengkap Pertemuan Menlu RI & Menlu Singapura
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Polda Jatim Ungkap Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Suami Siri Jadi Tersangka

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Anak Muda Nongkrong Larut Malam di Banjarmasin di Datangi Polisi dan Diberi Pembinaan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Bareskrim Polri Bersinergi dengan Kemenhut, Buru Tersangka Kasus Dugaan Kejahatan Kehutanan di Jambi-Sumsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:20 WIB

PANGKORMAR PIMPIN SERTIJAB ASLOG, LANJUTKAN ESTAFET PENGABDIAN KORPS MARINIR

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Menunggu LHKPN Tak Sekadar Formalitas: Dorong Sanksi dan Ancaman Rampas

Berita Terbaru