
Sampit, Supersemar News – Warga Kelurahan Baamang Barat,Kabupaten kotawaringin timur khususnya di Perumahan Wengga Metropolitan, masih menghadapi permasalahan sampah yang sudah lama dikeluhkan,Pembangunan depo sampah yang sangat diharapkan belum juga rampung hingga saat ini.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada Minggu (20/10/2024), bangunan depo sampah di Jalan Poros Wengga Metropolitan tampak mangkrak dan terdapat tulisan “Disewakan” di bangunan tersebut. Tulisan ini seakan mencerminkan kekecewaan warga yang berharap depo sampah tersebut dapat segera difungsikan.
Salah satu warga yang ditemui di sekitar lokasi mengatakan bahwa tahun 2023 lalu pembangunan depo sampah tersebut,tapi entah mengapa pembangunan tersebut tidak dilanjutkan lagi dan terlihat dibiarkan begitu saja.
“sudah di bangun sejak tahun 2023 namun sampai sekarang kok belum di pungsikan,” ujar salah satu warga yang tidak mau di sebutkan nama.
“dulu sempat banyak tumpukan sampah di areal bangunan depo sampah tersebut dan mendapat protes keras dari warga sekitar, karena di khawatir dampak buruk dari kondisi tersebut.

hingga pihak kelurahan melakukan penutupan dengan memasang penghalang dan juga baleho berupa informasi dan himbauan yang bertuliskan,
” Depo sampah ini belum selesai pengerjaannya dan belum di operasikan, Di larang Membuang sampah di depo sampah dan sekitarnya”
salah satu warga sekitar mengatakan,”Sebenarnya warga setempat sudah berupaya menanggulangi permasalahan sampah dengan berbagai macam cara baik itu gotong royong,dan dengan pengadaan petugas pengambil sampah swadaya yang diberlakukan dengan tarif yang sangat murah demi terwujudnya lingkungan yang sehat dan bersih,” ujar nya
“Tapi upaya tersebut belum juga membuahkan hasil maksimal seperti yang diharapkan,Namun tetap saja banyak sampah yang berserakan di segala tempat baik itu di jalan,semak,selokan bahkan ada juga yang dalam jumlah besar tertumpuk dipinggir jalan,” tambahnya.
“Terciptanya lingkungan bersih dan sehat tentu sangat diharapkan oleh warga dan ini seharusnya mendapat perhatian serta dukungan dari pihak terkait baik itu edukasi maupun penyediaan fasilitas penunjang termasuk depo sampah,”tutupnya.
Fahri (43) salah satu warga sekitar juga mengatakan “permasalahan sampah di kawasan itu memang sudah sangat lama terjadi,dulu saat ada proyek pembangunan depo tersebut banyak warga yang optimis akan terciptanya kebersihan dan meningkatnya kesadaran Masyarakat,akan tetapi depo tersebut justru berhenti begitu saja tanpa bisa difungsikan dan bahkan sekarang ada tulisan besar DISEWAKAN di dinding depo mangkrak tersebut,” ujar fahri sambil tertawa.


Sementara itu terpantau juga oleh awak media adanya tumpukan sampah di pinggir jalan di depan gerbang deny priyantoro(20/10).
hal ini sangat memprihatinkan dan di harapkan kepada pihak pihak atau dinas terkait untuk menyelesaikan pembagunan depo sampah tersebut, agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah bukan pada tempatnya.
Red/ar
