Logo MIND ID tampak dalam salah satu agenda korporasi, mencerminkan peran holding BUMN tambang tersebut dalam konsolidasi kepemimpinan Antam, Timah, dan perusahaan mineral strategis nasional.

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA
Peta kekuasaan di tubuh BUMN sektor pertambangan kembali berubah. Menjelang akhir 2025, sejumlah purnawirawan jenderal TNI resmi menduduki posisi strategis sebagai direktur utama dan komisaris utama di perusahaan-perusahaan tambang pelat merah. Fenomena ini menandai konsolidasi kepemimpinan berlatar militer di sektor yang selama ini menjadi tulang punggung penerimaan negara.

Terbaru, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjuk Letnan Jenderal (Purn) Untung Budiharto sebagai Direktur Utama, menggantikan Achmad Ardianto. Penunjukan tersebut menambah daftar panjang jenderal purnawirawan yang kini mengendalikan rantai komando BUMN tambang, mulai dari holding MIND ID, PT Timah Tbk, hingga Antam sebagai produsen emas dan nikel nasional.

Antam Resmi Dipimpin Eks Pangdam Jaya

Antam menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Desember 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta. Dalam forum resmi tersebut, pemegang saham—termasuk MIND ID selaku induk usaha—menyetujui pergantian pucuk pimpinan perseroan.

RUPSLB secara resmi:

  • Memberhentikan Achmad Ardianto dengan hormat
  • Mengangkat Untung Budiharto sebagai Direktur Utama Antam

Direktur Pengembangan Usaha Antam, I Dewa Wirantaya, menegaskan bahwa keputusan ini diambil melalui mekanisme korporasi yang sah.

“Rapat memberhentikan dengan hormat Achmad Ardianto yang kemudian digantikan oleh Untung Budiharto,” ujar Dewa di Jakarta.

Pergantian ini tergolong cepat. Achmad Ardianto hanya menjabat enam bulan, setelah ditunjuk melalui RUPST Juni 2025. Sebaliknya, Untung Budiharto hadir sebagai figur eksternal dengan latar belakang militer murni, bukan karier internal korporasi.

Kontras Latar Belakang: Profesional SDM vs Jenderal Operasional

Secara latar belakang, pergantian ini menunjukkan pergeseran karakter kepemimpinan.

Achmad Ardianto dikenal sebagai:

  • Profesional Human Capital
  • Figur internal Antam
  • Mantan Dirut PT Timah Tbk (2021–2023)
  • Pernah menjabat Dirut PT Garam
  • Eks Director HR & Security PT Freeport Indonesia
  • Mantan eksekutif Nestlé Indonesia

Sementara itu, Untung Budiharto merupakan:

  • Purnawirawan Letjen TNI AD
  • Mantan Pangdam Jaya
  • Pernah menjabat Sekretaris Utama BNPT
  • Eks Direktur Operasi Basarnas
  • Saat ini menjabat Komisaris Utama Transjakarta

Dengan rekam jejak tersebut, Untung dikenal sebagai figur operasional, komando, dan manajemen krisis, bukan manajer berbasis SDM atau keuangan murni.

Profil Untung Budiharto: Dari Medan Operasi ke Tambang Strategis

Berdasarkan data resmi perusahaan:

  • Nama: Untung Budiharto
  • Tempat, Tanggal Lahir: Tegal, 26 April 1965

Selama di TNI AD, Untung menempati berbagai posisi strategis:

  • Panglima Kodam Jaya
  • Komandan Korem Bangka Belitung
  • Perwira Staf Operasi TNI AD
  • Wakil Asisten Operasi KSAD

Selain itu, ia juga memimpin lembaga sipil strategis:

  • Direktur Operasi Basarnas
  • Sekretaris Utama BNPT

Pengalaman lintas sektor ini dinilai menjadi modal utama dalam memimpin Antam yang menghadapi tantangan besar, mulai dari hilirisasi nikel, volatilitas harga emas, hingga tekanan global terhadap ESG dan lingkungan.

Fenomena Jenderal di BUMN Tambang: Bukan Kasus Tunggal

Penunjukan Untung Budiharto bukan peristiwa terisolasi. Dalam setahun terakhir, BUMN tambang secara konsisten menunjuk purnawirawan TNI di posisi puncak.

PT Timah Tbk: Dirut dan Komisaris Berlatar Militer

Pada RUPSLB 2 Mei 2025, PT Timah Tbk (TINS) melakukan perombakan besar:

  • Restu Widiantoro ditunjuk sebagai Direktur Utama
  • Agus Rohman diangkat sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen

Restu Widiantoro:

  • Purnawirawan TNI AD
  • Pangkat terakhir Kolonel Infanteri
  • Lulusan Akmil 1987
  • Alumni King’s College London dan Cranfield University

Sementara Agus Rohman:

  • Letnan Jenderal (Purn) TNI
  • Mantan ajudan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono
  • Eks Pangdam XVI/Pattimura
  • Berkarier panjang di Kostrad

Duet ini memperkuat dominasi figur militer di tubuh PT Timah, yang tengah menghadapi sorotan publik terkait tata kelola, lingkungan, dan produksi timah ilegal.

MIND ID: Holding Tambang Dipimpin Eks Wakil BIN

Di level induk, PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) juga dipimpin figur militer.

Melalui RUPSLB 3 Maret 2025, MIND ID menunjuk:

  • Maroef Sjamsoeddin sebagai Direktur Utama

Maroef merupakan:

  • Purnawirawan TNI Angkatan Udara
  • Mantan Wakil Kepala BIN
  • Eks Presiden Direktur PT Freeport Indonesia
  • Adik dari Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

Pengalaman Maroef di sektor intelijen dan pertambangan global dinilai relevan dalam mengelola holding strategis yang membawahi Antam, Timah, Bukit Asam, hingga Inalum.

Mengapa Militer? Analisis dan Pertimbangan Strategis

Fenomena ini memunculkan pertanyaan publik: mengapa jenderal purnawirawan mendominasi BUMN tambang?

Beberapa faktor kunci:

  1. Karakter industri tambang yang berisiko tinggi
  2. Kebutuhan kepemimpinan tegas dan disiplin
  3. Tantangan keamanan wilayah tambang
  4. Konflik sosial dan lingkungan
  5. Tekanan geopolitik komoditas strategis

Selain itu, pemerintah dinilai membutuhkan figur yang:

  • Tahan tekanan politik
  • Mampu mengendalikan organisasi besar
  • Memiliki jejaring nasional kuat

Tantangan ke Depan: Ujian Nyata di Lapangan

Meski memiliki latar belakang militer, tantangan yang dihadapi para jenderal ini tidak ringan:

  • Kinerja keuangan
  • Transparansi dan GCG
  • Akuntabilitas publik
  • Keberlanjutan lingkungan
  • Hubungan dengan masyarakat lokal

Publik kini menunggu hasil konkret, bukan sekadar simbol kekuasaan.

Era Baru Kepemimpinan BUMN Tambang

Masuknya para purnawirawan jenderal ke pucuk pimpinan Antam, Timah, dan MIND ID menandai era baru kepemimpinan BUMN tambang Indonesia. Apakah pendekatan militeristik mampu memperbaiki tata kelola dan kinerja, atau justru memunculkan tantangan baru, akan diuji oleh waktu dan transparansi.

Satu hal pasti, mata publik kini tertuju tajam pada sektor tambang pelat merah.***(SB)

SupersemarNewsTeam