
Foto : Sumber JST -News
SupersemarNews .- JAKARTA — Peringatan Dirgahayu Korps Marinir kembali menjadi momentum untuk meneguhkan tekad menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, doa dan harapan dipanjatkan agar “langit laut” Indonesia tetap setenang dan sebiru kedamaian hati rakyat yang dilindunginya.
Korps Marinir TNI AL, sebagai garda terdepan pertahanan maritim, terus memperkuat kualitas prajuritnya. Dari dasar laut yang membentang hingga garis pertahanan yang tersebar di berbagai wilayah perairan, Marinir menjalankan tugas menjaga keamanan jalur laut—ruang strategis yang menjadi urat nadi bangsa kepulauan.
Perjuangan itu menempuh jarak bermil-mil, melewati gelombang dan medan berat. Semangat yang diusung adalah memastikan Indonesia tetap tegak dan tidak mudah digoyahkan, baik pada 2025 maupun memasuki tahun-tahun strategis hingga 2030. “Kami mengibarkan sayap hingga titik darah penghabisan,” demikian semangat yang disampaikan dalam peringatan tersebut.
Dalam pesan kebangsaan yang disuarakan, Korps Marinir menegaskan bahwa disiplin, keteguhan hati, dan kebersamaan merupakan pilar kekuatan. Falsafah “Jalesu Bhumyamca Jayamahe” — di laut kita berjaya — kembali digaungkan untuk mengingatkan bahwa setiap prajurit siap menghadapi titik rawan pertempuran dan berbagai tantangan yang tak terduga. Di balik itu, keluarga selalu menjadi sandaran doa yang menguatkan harapan agar mereka pulang dalam keadaan selamat.
TNI AL menyatakan bahwa jiwa korsa yang diwariskan sejak puluhan hingga ratusan tahun lalu terus ditempa. Nilai-nilai itu tumbuh menjadi fondasi yang menghubungkan pengabdian Marinir dengan kepentingan masyarakat luas, menjadikannya elemen penting dalam diplomasi keamanan maritim Indonesia.
Peringatan kali ini juga menjadi pengingat bahwa keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, melainkan kesediaan menghadapi risiko demi bangsa. “Tua dan muda, tak perlu khawatir akan kematian, sebab pengabdian kepada Ibu Pertiwi adalah kehormatan tertinggi,” begitu bunyi pesan moral yang diangkat.
Indonesia dijaga dengan sandi-sandi kebangsaan yang menyatukan jiwa. Semangat syukur dan kemandirian yang kokoh menjadi harapan agar generasi penerus tumbuh dalam lingkungan yang aman, kuat, dan penuh kebermanfaatan.
Dengan budi pekerti, disiplin ilmu, dan mental baja yang ditempa kerasnya ombak, prajurit Korps Marinir menegaskan komitmennya: tetap hidup untuk mempertahankan kehidupan bangsa dan negara. Dirgahayu Korps Marinir, penjaga laut nusantara.Red/TH
