Djoko Siswanto dan Nasruddin Tueka Dorong Akselerasi Migas

- Jurnalis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Aktivitas operasional pengeboran dan perawatan sumur migas menggunakan Rig EPI-08 di wilayah kerja Pertamina EP Zona 4, Lapangan Limau, Sumatera Selatan. Kegiatan Well Service pada sumur TMB-028 yang dilaporkan berhasil meningkatkan produksi minyak hingga 600 BOPD, melampaui target awal 40 BOPD. Keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya SKK Migas di bawah kepemimpinan Djoko Siswanto dalam mengoptimalkan produksi minyak nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Djoko Siswanto Perkuat Produksi Migas, Nasruddin Tueka Tawarkan Dukungan Pengusaha Lokal

SUPERSEMAR NEWS | ENERGI, INVESTASI DAN KETAHANAN NASIONAL

JAKARTA, SUPERSEMAR NEWS – Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia kembali mendapatkan momentum positif. Keberhasilan intervensi sumur TMB-028 milik PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 di Lapangan Limau, Sumatera Selatan, yang dilaporkan menghasilkan laju produksi minyak hingga 600 barel minyak per hari (BOPD), menjadi kabar menggembirakan sekaligus menunjukkan besarnya potensi peningkatan produksi melalui optimalisasi sumur-sumur eksisting.

Di tengah tantangan penurunan produksi alamiah sejumlah lapangan migas, capaian tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan produksi tidak selalu harus bergantung pada penemuan lapangan baru. Optimalisasi teknologi, ketepatan metode intervensi, efisiensi biaya, serta pengelolaan sumur yang tepat dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi nasional.

Kabar positif tersebut disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melalui laporan keberhasilan kegiatan Well Service atau perawatan sumur. Pada saat yang sama, muncul gagasan keterlibatan pengusaha lokal dalam mendukung pembangunan infrastruktur, penyediaan material, serta kebutuhan konstruksi proyek migas nasional.

Salah satu pihak yang menyampaikan kesiapan tersebut adalah Nasruddin Tueka, Alumni Lemhannas Angkatan 52, yang menawarkan dukungan jaringan usaha, potensi kerja sama dengan kontraktor lokal, serta dukungan pembiayaan untuk mendukung kegiatan konstruksi proyek migas, termasuk Blok Masela.

Dua perkembangan ini memperlihatkan satu kepentingan strategis: memperkuat produksi energi nasional sekaligus memperluas manfaat ekonomi industri migas bagi pelaku usaha dalam negeri.

Keberhasilan Sumur TMB-028, Produksi Melampaui Target

Berdasarkan laporan operasional yang disampaikan Djoko Siswanto pada 31 Oktober 2026, PEP Zona 4 berhasil melaksanakan intervensi sumur TMB-028 di Lapangan Limau, Sumatera Selatan.

Pekerjaan dimulai pada 20 Oktober 2026 dengan menggunakan Rig EPI-08 berkapasitas 350 HP. Program tersebut mencakup reparasi sumur dan stimulasi acidizing atau pengasaman untuk mengatasi hambatan aliran hidrokarbon pada formasi produktif.

Metode acidizing bekerja dengan menginjeksikan larutan asam yang sesuai dengan karakteristik batuan reservoir. Tujuannya melarutkan material penyumbat, mengurangi kerusakan formasi atau formation damage, serta meningkatkan kemampuan batuan dalam mengalirkan minyak menuju lubang sumur.

Hasil awal pengujian produksi menunjukkan angka yang sangat menjanjikan, yakni sekitar 600 BOPD, dibandingkan target awal sebesar 40 BOPD pada lapisan B dengan interval kedalaman 1.380,5–1.386,5 meter.

Artinya, laju produksi yang dilaporkan mencapai sekitar 15 kali target awal. Namun, angka persentase 1.456% dalam laporan awal perlu diklarifikasi karena perbandingan langsung 600 terhadap 40 BOPD menghasilkan 1.500% dari target.

Lebih penting lagi, sumur tersebut dilaporkan sudah dapat langsung diproduksikan atau Put on Production (PoP). Dengan demikian, keberhasilan intervensi tidak berhenti pada pekerjaan teknis, tetapi langsung diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap produksi minyak.

Sebelumnya, pada 6 September 2026, sumur TMB-028 tercatat menghasilkan sekitar 562 barel fluida per hari, dengan produksi minyak hanya 10,96 BOPD dan kadar air atau water cut mencapai 98%.

Perubahan tersebut menunjukkan peluang peningkatan produktivitas yang signifikan. Meski demikian, kestabilan produksi, kadar air, tekanan reservoir, serta keberlanjutan laju alir tetap harus dipantau untuk memastikan hasil pengujian dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Efisiensi Biaya Menjadi Indikator Keberhasilan Operasional

Keberhasilan pekerjaan TMB-028 juga menarik dari sisi pengendalian anggaran.

Berdasarkan laporan tersebut, estimasi biaya pekerjaan mencapai USD96.721,31 atau sekitar 60,06% dari rencana anggaran sebesar USD161.039,60.

Dengan demikian, terdapat selisih sekitar USD64.318,29 terhadap anggaran yang direncanakan. Angka ini menunjukkan indikasi efisiensi pelaksanaan, meskipun evaluasi akhir tetap memerlukan rekonsiliasi biaya aktual dan penyelesaian pekerjaan.

Baca Juga :  Pangdam XXII/TB Motivasi Siswa Sekolah Rakyat di Gunung Mas, Jadilah Pemimpin Bangsa

Dalam industri migas, keberhasilan operasional tidak cukup diukur berdasarkan besarnya produksi. Perusahaan juga harus memperhatikan biaya intervensi, produktivitas sumur, kecepatan pelaksanaan, keselamatan kerja, serta nilai keekonomian produksi yang dihasilkan.

Apabila pendekatan serupa dapat diterapkan pada sumur-sumur lain dengan karakteristik permasalahan yang sebanding, peluang peningkatan produksi nasional akan semakin terbuka.

Djoko Siswanto dan Tantangan Meningkatkan Produksi Nasional

Sebagai Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto menghadapi tantangan besar dalam memperkuat kinerja industri hulu migas Indonesia.

Persoalan utama sektor ini tidak hanya menyangkut pencarian cadangan baru, tetapi juga bagaimana mempertahankan produksi lapangan yang sudah beroperasi, mempercepat eksplorasi, menarik investasi, serta meningkatkan efektivitas kegiatan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Keberhasilan TMB-028 menjadi contoh penting bahwa optimalisasi lapangan eksisting harus berjalan beriringan dengan kegiatan eksplorasi.

Dalam perkembangan terbaru, Djoko juga menyampaikan kabar mengenai rencana survei seismik di wilayah utara Bali yang melibatkan perusahaan energi internasional bp dan INPEX. Kegiatan tersebut menyasar wilayah kerja Agung I, Agung II, dan Barong.

Survei seismik merupakan tahapan penting untuk memperoleh gambaran struktur geologi bawah permukaan. Data tersebut menjadi dasar untuk mengevaluasi prospek hidrokarbon dan menentukan kemungkinan pengeboran eksplorasi.

Selain itu, perusahaan migas internasional juga menunjukkan ketertarikan terhadap sejumlah peluang joint study di Indonesia. Rencana kolaborasi yang diberitakan mencakup Pertamina, Petronas, INPEX, Total, dan Chevron di beberapa wilayah kerja potensial.

Sementara itu, survei seismik di Cekungan Kutai yang dilaksanakan ENI juga menjadi perhatian. SKK Migas menyampaikan estimasi potensi sumber daya gas yang dapat mencapai sekitar 30 triliun kaki kubik (TCF) untuk keseluruhan cekungan. Angka tersebut merupakan estimasi potensi sumber daya, bukan cadangan terbukti yang sudah siap diproduksikan.

Rangkaian perkembangan ini memperlihatkan bahwa strategi peningkatan produksi membutuhkan pendekatan menyeluruh, mulai dari perawatan sumur, eksplorasi, investasi, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

Nasruddin Tueka Alumni Lemhannas 52, Dorong Keterlibatan Pengusaha Lokal

Nasruddin Tueka, Alumni Lemhannas 52, siap mendukung pembangunan infrastruktur proyek migas nasional

Di tengah peluang pengembangan proyek migas nasional, Nasruddin Tueka, Alumni Lemhannas Angkatan 52, menyampaikan kesiapan jaringan usaha yang dimilikinya untuk mendukung kebutuhan konstruksi dan infrastruktur industri migas.

Dalam komunikasi yang berlangsung pada 31 Oktober 2026, Nasruddin menyampaikan kepada Djoko Siswanto bahwa dirinya telah bertemu dengan lima perwakilan perusahaan tambang batu split yang menyatakan kesiapan untuk mendukung kebutuhan material konstruksi Blok Masela dan proyek migas lainnya.

Tawaran tersebut menjadi menarik karena pembangunan proyek migas berskala besar membutuhkan dukungan rantai pasok yang panjang. Kebutuhan material konstruksi, jasa transportasi, fasilitas pelabuhan, peralatan industri, hingga pembiayaan merupakan bagian penting dari keberhasilan pelaksanaan proyek.

Menanggapi penyampaian tersebut, Djoko Siswanto memberikan penekanan bahwa pasokan batu split sebaiknya berasal dari pengusaha lokal di sekitar Pulau Saumlaki.

Pernyataan ini mengandung pesan strategis. Pembangunan proyek migas tidak semestinya hanya menghadirkan investasi besar, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah sekitar proyek.

Nasruddin kemudian menyampaikan bahwa kelompok usahanya memiliki jaringan konsesi di Palu, Sulawesi Tengah, serta kesiapan menjalin kerja sama operasional atau Kerja Sama Operasi (KSO) dengan kontraktor lokal, termasuk kemungkinan dukungan pendanaan modal.

Ia juga menyampaikan keterlibatannya dalam kelompok usaha Jasa Baruna sejak 2017, yang menurut keterangannya memiliki basis usaha di Banyuwangi, Jawa Timur, serta aset fasilitas pelabuhan di Gilimas, Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, Nasruddin menyebut kelompok usahanya telah menjadi vendor Pertamina dengan mengacu pada ketentuan dan prosedur pengadaan yang berlaku.

Seluruh kesiapan dan kepemilikan aset tersebut merupakan informasi yang disampaikan Nasruddin dalam komunikasi tersebut dan masih memerlukan verifikasi dokumen, kapasitas teknis, legalitas, serta kesesuaian persyaratan pengadaan sebelum dapat dinilai sebagai dukungan proyek yang konkret.

Blok Masela dan Peluang Ekonomi Daerah

Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis pengembangan gas bumi Indonesia. Karena skala dan kompleksitasnya, proyek ini membutuhkan keterlibatan berbagai sektor usaha, baik perusahaan nasional maupun pelaku usaha lokal.

Baca Juga :  TK Beringin V di Tangkiling Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp20 Juta

Keterlibatan pengusaha daerah dalam rantai pasok dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas transportasi, pengembangan usaha material konstruksi, hingga pertumbuhan jasa pendukung.

Dalam konteks tersebut, gagasan Nasruddin Tueka perlu ditempatkan sebagai tawaran kemitraan bisnis yang dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme profesional, transparan, dan kompetitif.

Tidak cukup hanya menyatakan kesiapan modal dan aset. Setiap calon mitra harus membuktikan kemampuan keuangan, pengalaman pekerjaan, kepemilikan atau akses legal terhadap material, standar keselamatan, serta kapasitas memenuhi jadwal proyek.

Di sinilah pentingnya membangun kemitraan antara kontraktor utama, perusahaan nasional, dan pengusaha daerah.

Informasi mengenai perkembangan industri dan proyek Blok Masela dapat menjadi referensi untuk memahami besarnya kebutuhan infrastruktur pendukung. Salah satu perkembangan terkait dapat dibaca melalui laporan perkembangan pengembangan gas Masela.

Pengusaha Lokal Jangan Hanya Menjadi Penonton

SUPERSEMAR NEWS memandang bahwa keberhasilan industri migas nasional harus diukur dari dua sisi sekaligus.

Pertama, peningkatan produksi minyak dan gas bumi sebagai kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.

Kedua, kemampuan industri migas menciptakan kesempatan ekonomi yang adil bagi perusahaan nasional dan pengusaha daerah.

Jangan sampai investasi bernilai besar hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan besar, sementara pelaku usaha lokal sekadar menjadi penonton.

Namun, keberpihakan terhadap pengusaha lokal juga tidak boleh mengabaikan standar profesionalisme. Kualitas material, keselamatan kerja, ketepatan waktu, transparansi kontrak, dan kepatuhan terhadap regulasi harus menjadi persyaratan utama.

Karena itu, gagasan Nasruddin Tueka mengenai dukungan batu split, fasilitas pelabuhan, kerja sama operasional, dan pembiayaan perlu diterjemahkan menjadi proposal bisnis yang terukur.

Jika memenuhi persyaratan, keterlibatan tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan rantai pasok nasional.

Optimalisasi Sumur dan Investasi Harus Berjalan Bersamaan

Ada satu pelajaran penting dari keberhasilan TMB-028. Indonesia tidak boleh hanya berorientasi pada eksplorasi lapangan baru, tetapi juga harus serius mengoptimalkan sumur-sumur yang telah berproduksi maupun sumur yang mengalami penurunan produktivitas.

Program Well Service, Workover, stimulasi reservoir, dan penerapan teknologi produksi merupakan instrumen penting untuk meningkatkan perolehan minyak.

Lebih jauh lagi, penggunaan produk kimia dalam negeri sebagaimana menjadi harapan dalam laporan Djoko Siswanto patut mendapatkan perhatian.

Pengembangan bahan kimia industri nasional dapat mengurangi ketergantungan impor, memperkuat industri pendukung migas, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.

Tentu saja, produk tersebut harus memenuhi standar teknis, keselamatan, dan kompatibilitas dengan karakteristik reservoir.

Apabila keberhasilan intervensi seperti TMB-028 dapat direplikasi secara ekonomis, Indonesia berpeluang mengoptimalkan ribuan sumur dengan persoalan produksi yang sejenis. Namun, setiap sumur tetap membutuhkan kajian geologi, evaluasi reservoir, dan perhitungan keekonomian tersendiri.

Penegasan SUPERSEMAR NEWS: Produksi Naik, Pengusaha Lokal Harus Bergerak

SUPERSEMAR NEWS menilai, perkembangan yang disampaikan Djoko Siswanto dan respons Nasruddin Tueka menunjukkan dua agenda yang saling melengkapi.

Djoko Siswanto memiliki tanggung jawab strategis dalam mendorong peningkatan kinerja industri hulu migas, mempercepat investasi, dan mengoptimalkan produksi nasional.

Sementara itu, Nasruddin Tueka sebagai Alumni Lemhannas Angkatan 52 menyampaikan tawaran partisipasi dunia usaha melalui jaringan perusahaan, material konstruksi, fasilitas pelabuhan, kemitraan kontraktor lokal, dan dukungan pembiayaan.

Keduanya berada dalam konteks kepentingan yang sama, yaitu bagaimana potensi migas Indonesia dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara.

Akan tetapi, keberhasilan tidak cukup dibangun melalui optimisme dan pernyataan kesiapan. Harus ada tindak lanjut berupa perencanaan, verifikasi, kemitraan yang sah, kepastian pendanaan, serta pelaksanaan proyek yang terukur.

Pesan utamanya tegas: produksi migas harus meningkat, investasi harus dipercepat, industri nasional harus diperkuat, dan pengusaha lokal harus memperoleh kesempatan yang nyata untuk berpartisipasi.

Keberhasilan sumur TMB-028 di Limau hendaknya menjadi inspirasi bagi optimalisasi sumur lainnya. Sementara itu, peluang proyek Masela dan kegiatan eksplorasi di wilayah Indonesia lainnya harus menjadi momentum untuk membangun ekosistem industri migas yang lebih mandiri, kompetitif, dan berkeadilan.

Indonesia tidak kekurangan potensi energi maupun pelaku usaha. Tantangan sesungguhnya adalah membangun sinergi, memastikan kepastian investasi, dan mengubah peluang menjadi pekerjaan nyata.

SUPERSEMAR NEWS menegaskan: Migas kuat, industri nasional tumbuh, pengusaha lokal berdaya, dan ketahanan energi Indonesia semakin kokoh.

SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki

Editor : Sangga Buana

Sumber Berita: Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas – laporan keberhasilan Well Service sumur TMB-028, PEP Zona 4, Lapangan Limau, Sumatera Selatan, tertanggal 31 Oktober 2026. Komunikasi Djoko Siswanto dan Nasruddin Tueka pada 31 Oktober 2026 mengenai peluang dukungan pengusaha lokal terhadap konstruksi Blok Masela dan proyek migas nasional. Nasruddin Tueka, Alumni Lemhannas Angkatan 52 – informasi mengenai kesiapan jaringan usaha, material batu split, fasilitas pelabuhan Gilimas, kerja sama operasional, dan dukungan pembiayaan.

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kunker Barito Utara Menteri Kehutanan RI Tiba di Palangka Raya
REVITALISASI SKK MIGAS MENJADI BUK MIGAS: REFORMASI ATAU KUASA?
Dugaan Vloting Berpindah tidak pada objek dan Pembengkakan Luas di Jalan Hiu Putih Raya, BPN Kota Palangka Raya Disorot
MERIAHKAN HUT KE-81 KORPS MARINIR TAHUN 2026, KEJUARAAN KARATE PIALA PANGKORMAR RESMI DIBUKA
Kapolda Jatim Gelar Jumat Keliling di Surabaya, Ajak Masyarakat Cegah Tawuran hingga Narkoba
Kapolda Kalteng Bersama Bhayangkari Tanam 1000 Pohon Belangiran, Wujudkan Green Policing Lahan Bekas Karhutla
Bangun Generasi Berkarakter, Brimob Kalteng Berikan Edukasi di Sekolah
Daftar 15 Bank Tutup per 30 Oktober 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Kunker Barito Utara Menteri Kehutanan RI Tiba di Palangka Raya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Djoko Siswanto dan Nasruddin Tueka Dorong Akselerasi Migas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:34 WIB

REVITALISASI SKK MIGAS MENJADI BUK MIGAS: REFORMASI ATAU KUASA?

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Dugaan Vloting Berpindah tidak pada objek dan Pembengkakan Luas di Jalan Hiu Putih Raya, BPN Kota Palangka Raya Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:53 WIB

MERIAHKAN HUT KE-81 KORPS MARINIR TAHUN 2026, KEJUARAAN KARATE PIALA PANGKORMAR RESMI DIBUKA

Berita Terbaru

Berita utama

Kunker Barito Utara Menteri Kehutanan RI Tiba di Palangka Raya

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:54 WIB

Berita

Djoko Siswanto dan Nasruddin Tueka Dorong Akselerasi Migas

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:01 WIB