Fernandes Tekapejekson, S. H., atau Jek, perwakilan warga Kebon Sayur, menegaskan bahwa pengosongan rumah harus berdasarkan putusan pengadilan yang sah dan dilakukan tanpa intimidasi.

SUPERSEMAR NEWS – Jakarta – Sekelompok orang diduga melakukan intimidasi dan perusakan rumah warga di Jalan Peternakan 2, Kebon Sayur, RT 06 RW 07, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis (6/3/2025).
Pengosongan rumah tersebut dilakukan secara paksa dan diduga tanpa komunikasi terlebih dahulu dengan warga setempat.

Warga Merasa Dirugikan

Perwakilan warga, Fernandes atau akrab disapa Jek, menegaskan bahwa tindakan pengosongan rumah harus berdasarkan putusan pengadilan yang sah.

“Pengosongan seharusnya dilakukan secara tertib, bukan dengan intimidasi atau ancaman,” ujarnya kepada Supersemar News.

Sebelumnya, warga telah mengirimkan surat resmi kepada Kelurahan Kapuk untuk meminta mediasi. Namun, saat itu Lurah juga mengundang Sri Herawati, yang mengaku sebagai ahli waris, tanpa hasil. Aktivitas penggusuran dan pekerjaan lainnya tetap berlangsung.

Harapan Warga Kebon Sayur

Saat ini, Kebon Sayur dihuni oleh sekitar 1.500 KK atau lebih dari 3.000 jiwa.
Menurut Fernandes, pemerintah seharusnya memberikan sertifikasi tanah kepada warga, karena mereka telah menguasai lahan tersebut selama 20 tahun, bahkan lebih.

Ia mengacu pada UUPA No. 5 Tahun 1960 dan PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah sebagai dasar hukum. Warga mendesak BPN Jakarta Barat untuk segera menyelesaikan persoalan ini.

“Kami ingin solusi tepat tanpa ada warga yang dirugikan,” tegasnya.

Tanggapan Pemerintah

Pada Senin, 12 Agustus 2025, warga Kebon Sayur melakukan aksi di kantor BPN Jakarta Barat. Berdasarkan hasil audiensi, BPN menyarankan agar warga segera melakukan pengukuran tanah dan mengurus surat sporadik di kelurahan.

Kondisi Terakhir

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi. Tim Supersemar News masih berupaya mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari semua pihak yang terlibat.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana