Dalam suasana hangat perayaan Imlek 2025, Maria Rosa S. Shinta bersama anggota PPSI Jakarta Selatan mengedepankan nilai kebersamaan tanpa sekat, merayakan dengan kesederhanaan dan rasa persaudaraan, melampaui perbedaan suku, agama, dan latar belakang.

SUPERSEMAR NEWS – Jakarta – Ketua DPC Persatuan Penyintas Stroke Indonesia (PPSI) Jakarta Selatan, Maria Rosa S. Shinta, SE, mengajak masyarakat Tionghoa, khususnya para penyintas stroke, menjadikan Imlek 2025 sebagai momentum mempererat persaudaraan antarumat beragama.

“Imlek adalah waktu yang tepat untuk merajut kebersamaan dan saling menghormati,” ujarnya.

Maria Rosa menekankan pentingnya menjaga tradisi dan budaya Tionghoa sambil menyesuaikan dengan kondisi sosial-ekonomi saat ini.

Tahun ini, Imlek 2025 memasuki Tahun Ular Kayu, yang melambangkan kecerdikan, kebijaksanaan, dan kemampuan beradaptasi. Ia berharap nilai-nilai ini menginspirasi masyarakat menghadapi tantangan dengan optimisme dan semangat.

Dalam perayaan ini, Maria Rosa menekankan nilai kebersamaan tanpa memandang suku, bangsa, bahasa, atau agama. Di bawah naungan PPSI Jakarta Selatan, para penyintas stroke merayakan Imlek dengan kesederhanaan, penuh penghargaan, dan persaudaraan.

“Semoga Tahun Baru Imlek ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi kita semua,” tutupnya.

SupersemarNewsTeam
Reporter: R/Rifay Marzuki
Editor: SanggaBuana