
SUPERSEMAR NEWS – Sejumlah ruas jalan di Jakarta kembali terendam banjir pada Selasa (18/11/2025). Kondisi ini membuat warga perlu memantau situasi genangan secara cepat, akurat, dan real time, terutama bagi pengendara yang hendak melintas di kawasan rawan genangan.
Menurut laporan resmi dari akun X @TMCPoldaMetro, beberapa titik krusial terendam air sehingga arus kendaraan terpaksa dialihkan. Sementara itu, laporan lapangan dari Kompas TV menyebutkan bahwa sebagian ruas jalan utama di Jakarta Selatan mengalami kenaikan tinggi air hingga mencapai 30 sentimeter.
Banjir Rendam Sejumlah Titik Strategis Jakarta
Berdasarkan laporan kepolisian, pukul 13.34 WIB, genangan setinggi 20 cm terjadi di Jl. Gerbang Pemuda Senayan tepat di depan Senayan Park (SPARK). Meski masih dapat dilalui, pengendara diminta menurunkan kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan karena arus lalu lintas menuju Jl. Jenderal Sudirman maupun Slipi masih padat.
Kemudian pada pukul 13.43 WIB, genangan 10 cm terjadi di Terowongan Arteri Exit Tol Srengseng, Jakarta Selatan. Pada titik ini arus lalu lintas dialihkan sementara mengingat potensi hambatan dan risiko kecelakaan.
Sementara itu, Jalan Ciledug Raya (Seskoal) Cipulir terendam air setinggi 30 cm. Genangan tersebut langsung menghambat laju kendaraan dari arah Kebayoran Lama menuju Cipulir, menyebabkan perlambatan perjalanan pada jam sibuk.
Cara Pantau Banjir Jakarta secara Online dan Real Time
Untuk membantu warga mengambil keputusan perjalanan yang lebih aman, pemerintah menyediakan sejumlah platform berbasis digital yang dapat dipantau secara langsung, cepat, dan mudah.
1. Situs Resmi Pantau Banjir Jakarta
Melalui situs Pantau Banjir Jakarta, warga dapat mengecek:
- Tinggi muka air (TMA) di pintu air
- Status siaga dan potensi luapan
- Aliran sungai
- Data curah hujan
- Peta sebaran genangan
Link pantau:
https://pantaubanjir.jakarta.go.id/peta-informasi-banjir
Situs ini sangat penting terutama bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, seperti Kali Ciliwung, Pesanggrahan, dan Sunter.
2. Website BPBD DKI Jakarta
BPBD DKI menyediakan dua fitur pemantauan penting yang diperbarui setiap jam.
Warga dapat memanfaatkan:
- Peta banjir real time: https://bpbd.jakarta.go.id/infobanjir
- Laporan banjir per jam: https://bpbd.jakarta.go.id/kategori-berita/berita-harian
Layanan ini membantu masyarakat memantau tinggi air di berbagai kecamatan serta laporan resmi petugas di lapangan.
3. Google Maps (Peringatan Banjir Otomatis)
Google Maps kini menampilkan ikon peringatan banjir berwarna merah pada area terdampak. Pengguna juga dapat mengetik kata kunci seperti “lokasi banjir”, “banjir Jakarta”, atau “jalan ditutup” untuk memantau kondisi terkini.
Link:
https://www.google.com/maps
Fitur ini sangat berguna untuk menentukan jalur alternatif setelah mengetahui area yang ditutup atau dialihkan.
4. CCTV Publik Jakarta
CCTV publik dari Jakarta Smart City memungkinkan warga melihat kondisi jalan secara langsung, termasuk apakah ruas jalan masih bisa dilalui saat terjadi genangan.
Link CCTV:
https://smartcity.jakarta.go.id/id/blog/pantau-lalu-lintas-dan-keamanan-dengan-cctv-jakarta
Dengan memanfaatkan CCTV, warga dapat memperkirakan kepadatan lalu lintas serta ketinggian air di titik tertentu sebelum memutuskan rute perjalanan.
Warga Diminta Tetap Waspada
Hingga beberapa hari ke depan, potensi hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih terjadi di sejumlah wilayah Jakarta. Warga, khususnya yang tinggal di zona merah banjir seperti Pesanggrahan, Cipulir, Kebayoran Lama, Cawang, dan Kampung Melayu, diimbau untuk tetap waspada dan memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah.
Dengan memanfaatkan beragam platform digital ini, masyarakat dapat:
- Mengambil keputusan perjalanan secara cepat
- Menentukan rute aman
- Menghindari jalan tergenang
- Melakukan evakuasi lebih dini bila diperlukan
SupersemarNewsTeam
