Supersemar News – Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, meresmikan Rumah Oksigen Muhammadiyah yang berlokasi di Jalan Kartini Nomor 1, Sampit, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Fasilitas sosial ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen, sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah dalam menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang mudah dijangkau dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Gagasan pendirian Rumah Oksigen Muhammadiyah ini diinisiasi oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kotawaringin Timur bersama Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kotim dan Pemuda Muhammadiyah Kotim.
Kolaborasi lintas organisasi otonom Muhammadiyah tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.
Peresmian Rumah Oksigen ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas pendukung kesehatan, melainkan juga menegaskan komitmen gerakan dakwah Muhammadiyah yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan oksigen, terutama dalam situasi darurat atau ketika akses terhadap fasilitas pendukung kesehatan menjadi tantangan.
Berangkat dari Kepedulian dan Kebutuhan Masyarakat
Rumah Oksigen Muhammadiyah lahir dari kesadaran bahwa persoalan kesehatan tidak hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi juga kepedulian sosial, solidaritas, dan dukungan komunitas. Dalam kondisi tertentu, kebutuhan oksigen dapat menjadi persoalan mendesak bagi pasien maupun keluarga yang sedang menghadapi situasi kesehatan yang sulit.
Atas dasar itu, inisiatif PDA Kotim bersama NA Kotim dan Pemuda Muhammadiyah Kotim menjadi langkah kolaboratif untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan memanfaatkan Gedung Muhammadiyah di Jalan Kartini Nomor 1 Sampit, Rumah Oksigen Muhammadiyah diharapkan berkembang menjadi pusat layanan sosial yang mengedepankan prinsip kepedulian, aksesibilitas, transparansi, dan tanggung jawab dalam pengelolaan bantuan.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kotawaringin Timur, Ayanda Drs. Livenurhasby menekankan bahwa pendirian Rumah Oksigen Muhammadiyah berangkat dari semangat menolong sesama dan menerjemahkan nilai-nilai Islam ke dalam aksi sosial yang nyata.
“Rumah Oksigen Muhammadiyah ini merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bagi Muhammadiyah, dakwah tidak hanya disampaikan melalui ceramah dan kegiatan keagamaan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang menjawab kebutuhan umat. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan, organisasi harus berupaya hadir, memberikan dukungan, dan membangun solidaritas,” tambahnya.
Gagasan Rumah Oksigen muhammadiyah Sampit ini juga mencerminkan pentingnya sinergi antarorganisasi otonom Muhammadiyah. PDA Kotim, NA Kotim, dan Pemuda Muhammadiyah Kotim menunjukkan bahwa gerakan yang dibangun melalui kebersamaan dapat melahirkan program sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Harapan kami, Rumah Oksigen Muhammadiyah ini tidak berhenti pada seremoni peresmian. Kita ingin fasilitas ini dikelola secara berkelanjutan, dengan tata kelola yang baik, semangat gotong royong, dan orientasi pelayanan yang jelas. Keberadaannya harus menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan perlu diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan,” lanjut Ayahanda Drs Livenurhasby.
Keterlibatan PDA Kotim, NA Kotim, dan Pemuda Muhammadiyah Kotim memperlihatkan bahwa pelayanan sosial membutuhkan partisipasi berbagai unsur masyarakat. Sinergi ini diharapkan membuka ruang keterlibatan lebih luas bagi kader Muhammadiyah, para dermawan, tenaga kesehatan, relawan, serta masyarakat yang ingin berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan.

Selain penyediaan fasilitas, keberlanjutan Rumah Oksigen Muhammadiyah memerlukan pengelolaan yang bertanggung jawab, pemeliharaan peralatan secara berkala, serta prosedur pelayanan yang aman. Koordinasi dengan tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan juga penting agar pemanfaatan oksigen sesuai kebutuhan dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun penanganan medis yang diperlukan.
Dengan demikian, Rumah Oksigen Muhammadiyah ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyediaan bantuan, tetapi juga menjadi simbol tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa kesehatan dan keselamatan manusia merupakan tanggung jawab sosial yang perlu diperjuangkan bersama.
Peresmian Rumah Oksigen Muhammadiyah di Jalan Kartini Nomor 1 Sampit, menjadi momentum untuk memperkuat orientasi gerakan Muhammadiyah dalam bidang pelayanan masyarakat. Semangat amar makruf nahi mungkar dan nilai ta’awun atau tolong-menolong diharapkan terus hadir dalam berbagai program yang menjawab persoalan nyata di tengah kehidupan masyarakat.

Bagi PDM Kabupaten Kotawaringin Timur beserta organisasi otonom yang terlibat, Rumah Oksigen Muhammadiyah diharapkan menjadi awal dari pengembangan program kemanusiaan yang lebih luas, terukur, dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh berdirinya sebuah fasilitas, tetapi juga oleh konsistensi pelayanan, kepercayaan masyarakat, kolaborasi berbagai pihak, dan manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
(az_mi).













Komentar