
Peternakan jangkrik yang inovatif di lahan kosong Kecamatan Tajurhalang, mengubah ruang sempit menjadi usaha yang produktif. Dengan dukungan penuh dari Camat, staf kecamatan memanfaatkan lahan berukuran 2 x 6 meter untuk beternak jangkrik, menghasilkan panen perdana yang menguntungkan dalam waktu singkat.
SUPERSEMARNEWS.COM BOGOR – Tajurhalang, Bogor – Lahan kosong di samping rumah dinas Camat Tajurhalang kini dimanfaatkan staf Kecamatan sebagai peternakan jangkrik. Ide kreatif ini dicetuskan oleh Mad Yasin, seorang staf kecamatan yang berpengalaman dalam beternak jangkrik. Camat Tajurhalang, Ivan Pramudia, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
Transformasi Lahan Sempit Menjadi Produktif
Lahan 2 x 6 meter disulap menjadi tiga kandang persegi panjang. Setiap kotak dilapisi lakban untuk mencegah jangkrik keluar, dengan alas kardus bekas telur. “Proses panen dilakukan dengan mengangkat kardus berisi jangkrik, memasukkannya ke karung, lalu dijual,” ungkap Mad Yasin, Kamis (2/1/2025).
Hasil Panen yang Menjanjikan
Pada panen perdana, modal Rp600.000 menghasilkan Rp2.457.000 dari 91 kilogram jangkrik dalam 30 hari. “Kami yakin panen kedua akan lebih banyak karena menggunakan jumlah telur yang sama,” ujar Mad Yasin.
Camat Ivan Pramudia menyebut peternakan ini sebagai langkah inovatif yang patut dicontoh. Selain menambah pemasukan, peternakan ini juga menjadi sarana belajar bagi staf lain. Beberapa staf bahkan sudah mendirikan peternakan jangkrik di rumah mereka.
Persiapan Usaha Pasca-Pensiun
Ivan Pramudia berharap program ini membantu staf kecamatan memulai usaha mandiri sebelum pensiun. “Dengan ilmu yang didapat, mereka tidak perlu khawatir memulai usaha baru setelah pensiun,” ujar Ivan.
Baca Selengkapnya: Supersemar News.
SupersemarNewsTeam
Reporter: R/SanggaBuana
