PKL yang memenuhi trotoar dan jalur pedestrian di sekitar Alun-alun Kota Bogor menjadi tantangan besar bagi Satpol PP Kota Bogor untuk menertibkan area ini setelah pencabutan program Night Market. Keberadaan pedagang ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pejalan kaki tetapi juga memperburuk kemacetan di Jalan Dewi Sartika

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Satpol PP Kota Bogor berupaya menertibkan PKL di Jalan Dewi Sartika dan Alun-alun setelah program Night Market gagal. Kepala Bidang Trantibumlinmas, Andry Sinar Wahyudianto, menyatakan petugas akan dikerahkan setiap hari untuk melarang PKL berjualan di jalur pedestrian.

“Sejak pencabutan program Night Market, kawasan ini harus segera dibersihkan dan disterilkan,” ujarnya.

Satpol PP mencatat 175 PKL dan 130 pedagang asongan dalam program Night Market. Meski banyak, mereka optimis penertiban berjalan efektif. Satpol PP juga bekerja sama dengan Disperumkim dan park ranger untuk menertibkan PKL di Jalan Dewi Sartika dan taman Alun-alun.

Anggota Fraksi Aswaja DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri, menilai Night Market memperburuk lalu lintas di Jalan Dewi Sartika dan memicu pungli. Ia menyarankan PKL dipindahkan ke kios atau los pasar dengan tarif yang disepakati bersama Perumda PPJ.

“Jika pasar kosong dijadikan pasar tematik Night Market, maka kebutuhan kantong parkir bisa teratasi,” jelasnya.

SupersemarNewsTeam
Reporter: R/SanggaBuana