
SAMPIT, Supersemar News — Suasana unik dan penuh keceriaan mewarnai Pekan Olahraga Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Rabu (22/4/2026).
Salah satu lomba yang menarik perhatian adalah pertandingan sepak bola mini menggunakan sarung, yang digelar di lapangan dalam lapas. Berbeda dari pertandingan sepak bola pada umumnya, para peserta diwajibkan mengenakan sarung saat bermain.
Hal ini tidak hanya menghadirkan tantangan tersendiri dalam mengolah bola, tetapi juga mengundang gelak tawa dari para penonton. Meski terlihat santai dan menghibur, para pemain tetap menunjukkan keseriusan dan semangat kompetitif yang tinggi.
Pertandingan berlangsung seru sejak menit awal. Para pemain berusaha menjaga keseimbangan sambil menggiring bola dan menghindari sarung yang mudah terlepas. Beberapa momen lucu terjadi ketika pemain harus berhenti sejenak untuk membenahi sarungnya, namun hal tersebut justru menambah semarak suasana pertandingan.
Di balik keunikan tersebut, nilai sportivitas tetap menjadi hal utama. Para pemain bermain dengan jujur, saling menghormati, serta menerima setiap keputusan wasit dengan lapang dada.
Baca berita lainnya
- Kebakaran Rumah Kosong di Palangka Raya, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Polisi Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba di Palangka Raya, BB Sabu dan Ratusan Obat Tanpa Merk Dimusnahkan
- Posko Anti Narkoba Siap Membasmi, Polsek Pahandut Siaga di Puntun
- Semangat Kartini Warnai Pertemuan Rutin TP PKK se-Kalsel di Barito Kuala
- Pengukuhan Pengurus MUI Kalsel 2026-2023: TGH. Ahmad Syairazi Resmi Nakhodai Ulama Kalimantan Selatan
Tidak ada konflik yang berarti selama pertandingan berlangsung, mencerminkan kedewasaan sikap para warga binaan.
Kepala Lapas (Kalapas) Sampit, Muhammad Yani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan yang dikemas secara kreatif. Pekan olahraga dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 ini menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menghalangi terciptanya kegiatan positif.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan nilai kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas. Meskipun dikemas dengan cara yang menghibur, esensinya tetap pada pembentukan karakter positif,” kata Kalapas.
Dengan semangat sportivitas, kebersamaan, dan kreativitas, warga binaan Lapas Sampit mampu menghadirkan momen yang berkesan dan inspiratif.
(Fauji)
