Tambang Ilegal Disikat Kostrad, 14 Alat Berat Disita TNI

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025 - 07:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Penertiban tambang ilegal di kawasan hutan Bangka Tengah ini menunjukkan keseriusan Satgas Halilintar PKH. Sejumlah alat berat yang digunakan untuk menambang secara ilegal berhasil diamankan sebagai barang bukti,” ujar Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang di lokasi, sambil menunjukkan deretan excavator yang disita dalam operasi tersebut.

SUPERSEMAR NEWS – BANGKA BELITUNG

Tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas Halilintar PKH) yang dipimpin Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, menindak tegas aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan Desa Lubuk Lingkuk dan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, pada Sabtu (8/11/2025). Penertiban ini menegaskan komitmen TNI dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menegakkan hukum di sektor pertambangan.

Ratusan Hektar Kawasan Hutan Diselamatkan

Dalam operasi yang berlangsung sejak pagi, tim Satgas berhasil mengamankan 315,48 hektar lahan dari tangan penambang ilegal. Dari lokasi tersebut, turut disita 12 excavator, 2 buldozer, 1 genset listrik, serta berbagai alat tambang lainnya yang digunakan tanpa izin resmi.

Baca Juga :  Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Ini Harapan Supersemar News

Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, yang dikenal sebagai jenderal tempur Kostrad, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam menekan kerusakan lingkungan dan menyelamatkan potensi penerimaan negara.

“Tim Satgas Halilintar PKH mengapresiasi dukungan penuh dari aparat kewilayahan, baik unsur TNI/Polri maupun dinas terkait di jajaran pemerintah daerah. Sinergi ini memastikan penertiban berjalan aman, lancar, dan tanpa hambatan,” ujar Febriel kepada wartawan.

Kerugian Negara Capai Rp12,9 Triliun

Menurut hasil sementara, aktivitas tambang ilegal tersebut menimbulkan potensi kerugian negara hingga Rp12,9 triliun, baik dari segi kerusakan lingkungan maupun nilai tambang yang dikeruk secara liar.

“Angka ini masih sementara dan akan dilakukan assessment lebih mendalam untuk memastikan jumlah kerugian secara pasti,” tegasnya.

Kerusakan ekologis akibat pertambangan ilegal tidak hanya menimbulkan kehilangan potensi ekonomi, tetapi juga mengancam keanekaragaman hayati, sumber air, dan kelangsungan hidup masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Kolonel Fuad Hasan, Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia

Dukungan Aparat dan Pemerintah Daerah

Dansatgas menegaskan bahwa keberhasilan operasi tersebut tidak lepas dari dukungan kuat unsur kewilayahan.

“Kami bersyukur aparat kewilayahan, baik TNI, Polri, maupun dinas terkait, betul-betul mendukung penuh. Mereka memberikan informasi, bantuan logistik, dan dukungan moral dalam pelaksanaan penertiban ini,” tambahnya.

Langkah tegas ini diharapkan menjadi efek jera bagi pelaku tambang ilegal yang merusak kawasan hutan dan melanggar aturan. Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan aparat penegak hukum kini tengah memperkuat koordinasi untuk menindaklanjuti hasil operasi Satgas Halilintar PKH.

Komitmen Kostrad Menjaga Lingkungan

Sebagai prajurit Kostrad, Mayjen Febriel Buyung Sikumbang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap operasi penegakan hukum di kawasan hutan. Ia menilai bahwa penyelamatan hutan sama pentingnya dengan menjaga kedaulatan negara.

“Ini bukan hanya soal tambang ilegal, tapi soal masa depan ekologi bangsa. Kalau hutan rusak, air hilang, tanah gundul, maka generasi kita akan kehilangan sumber kehidupan,” pungkasnya.

Langkah Lanjutan

Satgas Halilintar PKH akan terus memantau area bekas tambang untuk mencegah kembalinya aktivitas ilegal. Selain itu, rehabilitasi lahan akan segera dilakukan dengan dukungan dari instansi terkait, termasuk Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah Bangka Belitung.

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Berita Terbaru