SAMPIT, Supersemar News – Warga Langgar Sirajul Huda Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), gelar memperingati Maulid Nabi pada Rabu malam, 10 September 2025.

Kegiatan dihadiri warga Sampit dan tamu undangan dari Martapura (Kalimantan Selatan) Habib Hariri Bahasyim beserta rombongan. Kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid, Ayat Suci Alquran, dan dilanjutkan dengan Tausiah.

Saat dikonfirmasi, Ketua panitia, Jais, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperingati Maulid Nabi, dengan menghadirkan tamu undangan, yaitu Habib dari Martapura, Kalimantan Selatan (Kalsel). “Alhamdulillah kita sudah melaksanakan kegiatan maulid dengan lancar sampai selesai, tidak disangka jamaah berdatangan sangat banyak, sehingga tempat yang kami sediakan sempat tidak mencukupi,“ kata Jais.

“Antusias warga pun sangat luar biasa, saya ucapkan terimakasih kepada panitia, dan para relawan yang telah membantu kegiatan ini, apabila ada pelayan kami yang kurang memuaskan, saya mewakili seluruh para panitia memohon maaf sebesar-besarnya,“ ujar Jais.

Dalam tausiyahnya, Habib Hariri Bahasyim, menyampaikan bahwa saat asyik membuka aib orang lain dan membicarakan segala bentuk kekurangan orang lain, ini bukan yang diperintah oleh Allah, perkumpulan yang akan dipenuhi Rahmat adalah membahas tentang kebaikan orang lain, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, dan tentang ilmu pengetahuan.

Terikat membicarakan tentang risalah atau riwayat hadisnya para nabi, para rasul dan para wali-wali, serta orang-orang disekitar kita telah berbuat baik, bukan hanya pada diri kita tapi juga pada orang lain di sekitar kita. Ini adalah perkumpulan-perkumpulan yang mendatangkan kebaikan bagi kita, baik secara individu maupun kelompok, dan lingkungan.

Maka pertemuan seperti inilah yang diberikan oleh Allah kepada kita, dengan berkumpul dengan niat yang sangat agung dan mulia dalam memperingati Maulid Nabi.

Lalu, sebagai mukmin yang beriman kepada Allah dan Rasul, sehingga dijadikan diri kita memilih keyakinan sebagai seorang muslim, bukan hanya sebatas mempercayai dan mengimani, tetapi juga percaya bahwa Allah sebagai Tuhan kita dan Rasulullah adalah nabi kita akhir zaman, tidak ada lagi nabi dan rasul yang sebenarnya.

Berdasarkan struktur kebudayaan dari ulama, para tokoh agama, dan para orang-orang tua kita, disini kita telah ajarkan untuk sering berkumpul membicarakan kebaikan nabi dan rasul, khususnya Baginda Rasulullah. Maka hadirnya kita di sini, dengan mengharap ridhonya Allah, pungkasnya.

Jangan lupa ikuti Update berita lainnya Supersemarnews.com

(Fauji)