
China Daily
Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan pembicaraan langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk mengembangkan kerja sama antara Tiongkok dan Iran serta memperdalam hubungan bertetangga.
SUPERSEMARNEWS.COM – Di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Presiden China Xi Jinping dilaporkan mengadakan pembicaraan langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Presiden Xi Jinping dan Presiden Pezeshkian bertemu di sela-sela KTT BRICS ke-16 di Kazan pada sore hari Rabu 23 Oktober waktu setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Xi menegaskan perkembangan kerja sama yang stabil dengan Iran dan memperdalam hubungan bertetangga, terlepas dari kenyataan bahwa Iran saat ini sedang menghadapi serangan balasan dari Israel.
“Terlepas dari bagaimana situasi internasional dan regional berubah, China akan terus mengembangkan kerja sama persahabatan dengan Iran,” kata Presiden Xi.
Tidak hanya itu, China juga menegaskan bahwa mereka sangat mendukung pertahanan kedaulatan nasional, keamanan, dan martabat nasional Iran terhadap agresi musuh.
“Kami sangat berharap dapat memperkuat pertukaran dan kerja sama dengan Iran di berbagai bidang, mendorong pengembangan kemitraan strategis komprehensif yang sehat dan stabil antara kedua negara, serta membawa manfaat yang lebih baik bagi kedua rakyat kami,” kata Presiden Xi.
Dukungan ini datang pada saat Teheran sedang mempersiapkan serangan balasan terhadap Israel, yang baru-baru ini mengancam akan mengebom fasilitas minyak dan nuklir Iran.
Iran menyebut Cina sebagai mitra penting.
Menanggapi tawaran bantuan Cina, Pezeshkian mengatakan bahwa Cina adalah mitra kerja sama terpenting Iran.
“China adalah mitra kerja sama terpenting Iran, dan hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif China-Iran serta kerja sama antara kedua negara di berbagai bidang mempertahankan tren perkembangan yang baik,” tegas Pezeshkian.
Selain di bidang pembangunan nasional, Cina dikenal memiliki hubungan yang sudah terjalin lama dan bersahabat dengan pemerintah Iran.
Termasuk memperdalam kerja sama bilateral di bidang konektivitas, infrastruktur, energi bersih, dan bidang-bidang lainnya, termasuk berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas regional.
Pada tahun 2023, Iran dan China juga sepakat untuk menandatangani 20 perjanjian kerja sama di berbagai bidang.
China berjanji untuk mempertahankan kedaulatan Iran.
Kedekatan antara Cina dan Iran telah membuat negara Tirai Bambu ini menentang keras serangan Israel terhadap fasilitas-fasilitas minyak Iran.
China telah menyatakan dukungan penuhnya kepada Iran untuk melindungi ‘kedaulatan, keamanan, dan martabat nasionalnya’.
Beijing menyampaikan dukungan ini ketika Teheran bersiap untuk membalas Israel atas kematian pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di wilayah Israel dua minggu yang lalu.
Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan, “China mendukung upaya Iran untuk menegakkan kedaulatan, keamanan, dan martabat nasionalnya sesuai dengan hukum serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan, dan siap untuk menjaga komunikasi yang erat dengan Iran”.
Wang menegaskan kembali kecaman Beijing terhadap pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada tanggal 31 Juli sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Iran dan ancaman terhadap stabilitas regional.
(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)
Sumber berita : The Washington News
