
Kerusakan parah Jalan Parung Panjang seperti terlihat pada gambar di atas, menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kecelakaan. Aktivitas truk tambang yang melintas setiap hari memperparah kondisi jalan, membuat warga Desa Parung Panjang dan sekitarnya semakin prihatin. Jalan yang bergelombang dan penuh batu ini telah memakan banyak korban jiwa, seperti diungkapkan Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro.
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Jalan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, terus menjadi saksi bisu kecelakaan fatal akibat aktivitas truk tambang. Kerusakan jalan yang parah telah menyebabkan banyak kecelakaan, merenggut nyawa hingga menyebabkan cacat permanen.
Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, mengungkapkan dalam kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel bahwa sudah 100 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di kawasan ini. Namun, warga menegaskan bahwa angka korban cacat permanen juga sangat tinggi.
Warga Parung Panjang Soroti Korban Cacat Permanen
Muslim, warga Desa Parung Panjang, menyampaikan kekhawatirannya. Menurutnya, angka korban yang meninggal sudah mencapai 100 jiwa, tetapi mereka yang mengalami cacat permanen akibat terlindas truk juga banyak.
“100 itu yang meninggal, belum lagi yang cacat permanen akibat kecelakaan terlindas truk,” katanya kepada Supersemar News Bogor, Senin (10/2/2025).
Ia berharap Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, dan Bupati Bogor yang baru dapat menyelesaikan permasalahan ini yang telah berlangsung bertahun-tahun.
“Sudah gonta-ganti Gubernur, gonta-ganti Bupati, tapi kondisi masih sama. Saya harap pemimpin sekarang bisa benar-benar menyelesaikan masalah ini,” ungkapnya penuh harap.
Harapan Warga untuk Jalan Khusus Tambang
Sementara itu, Agung Maulana, warga Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang, juga turut menyampaikan keprihatinannya. Ia kehilangan beberapa teman akibat kecelakaan di jalan ini.
“Teman saya juga jadi korban terlindas truk. Saya berharap jalan khusus tambang segera dibangun dan Jalan Parung Panjang bisa diperbaiki dengan serius,” pintanya.
Warga berharap pemerintah provinsi dan kabupaten segera bertindak, sehingga kejadian tragis ini tidak terus terulang.
SupersemarNewsTeam
Reporter: R/SanggaBuana
