9 alasan mengapa anak malas meski berbakat

- Jurnalis

Minggu, 5 Januari 2025 - 22:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Bagi orang tua, menjaga anak tetap aktif adalah salah satu tugas terberat,

Mulai dari membangunkan mereka di pagi hari hingga mendorong mereka mengerjakan pekerjaan rumah.

Para orang tua bekerja keras agar anak tidak jatuh dalam zona malas.

Mari kita pahami apa yang membuat anak-anak malas meskipun mereka memiliki begitu banyak bakat, seperti yang diulas TimesofIndia, Sabtu (4/1).

Bakat akan tumbuh jika dipasangkan dengan tujuan

Jika anak tidak memiliki tujuan untuk mengarahkan kemampuannya, ia mungkin akan terlihat tidak termotivasi atau malas.

Baca juga: Anak malas diajak bicara? ini yang bisa dilakukan orangtua

Bahkan orang yang berbakat pun tidak dapat memanfaatkan potensi mereka yang besar tanpa arah yang jelas.

Bekerja sama dengan anak untuk menetapkan tujuan yang realistis dan bermakna yang selaras dengan minat dan kemampuannya.

Takut gagal

Anak-anak yang berbakat secara alami dapat mengembangkan rasa takut akan kegagalan. Mereka mungkin menghindari tugas-tugas yang menantang kemampuan mereka, karena takut tidak dapat memenuhi ekspektasi yang tinggi.

Penghindaran ini dapat terlihat sebagai kemalasan, padahal belum tentu ia malas. Dorong lah mereka untuk melihat kegagalan sebagai batu loncatan menuju pertumbuhan dan kesuksesan.

Baca Juga :  Halimah Munawir: Maulid Nabi Sangat Bermakna bagi Pendidikan MTQ, MI MTs

Baca juga: Langkah bangun hobi anak melalui permainan

Ilustrasi – seorang anak yang tengah dimarahi orangtua. (freepik)

Tekanan yang tidak perlu pada anak

Terus-menerus mendengar tentang potensi mereka dapat membuat anak-anak kewalahan. Ekspektasi yang tinggi dari orang tua, guru, atau teman sebaya dapat menciptakan tekanan yang sangat besar, yang membuat mereka lebih memilih untuk menarik diri daripada terlibat.

Tawarkan lingkungan yang mendukung di mana usaha lebih dihargai daripada kesempurnaan.

Bakat tidak selalu sejalan dengan minat

Anak mungkin unggul dalam mata pelajaran atau keterampilan yang tidak mereka minati, yang menyebabkan mereka tidak bersemangat.

Jelajahi aktivitas yang benar-benar menggairahkan mereka untuk membantu mereka menemukan minat mereka yang sebenarnya.

Baca juga: Tips pahami minat dan bakat anak sejak dini

Kurangnya keterampilan manajemen waktu

Anak-anak berbakat sering kali melakukan banyak kegiatan, yang dapat membuat mereka kewalahan.

Tanpa keterampilan manajemen waktu yang tepat, mereka dapat menunda-nunda atau mengabaikan tanggung jawab mereka, sehingga terlihat malas.

Ajari anak cara memprioritaskan tugas dan mengatur waktu mereka secara efektif.

Kurang pengakuan

Pengakuan dan dorongan memainkan peran penting dalam memotivasi anak-anak.

Baca Juga :  Kabar Duka Kamil Razak, Rektor Unla: Supersemar News Berduka

Jika usaha anak tidak diperhatikan, mereka mungkin merasa kurang dihargai dan kehilangan motivasi. Rayakan pencapaian mereka, sekecil apa pun, dan akui kerja keras mereka secara konsisten.

Baca juga: Ketahui minat dan bakat anak dari caranya bermain

Ilustrasi – anak frustasi (freepik)

Kelelahan; bisa bersifat fisik atau emosional

Terkadang, apa yang tampak sebagai kemalasan adalah akibat dari kelelahan. Jadwal yang padat, kurang tidur, atau stres emosional dapat menguras energi dan semangat anak.

Pastikan mereka memiliki rutinitas yang seimbang yang mencakup istirahat, relaksasi, dan perawatan diri.

Tidak mampu menangani tantangan

Anak-anak berbakat sering kali terbiasa berhasil dengan mudah. Ketika dihadapkan pada tantangan yang membutuhkan ketekunan, mereka mungkin akan menjadi frustrasi dan menyerah.

Doronglah ketangguhan mereka dengan mengajarinya untuk menghadapi tantangan dan memecahkan masalah secara efektif.

Kurang bimbingan

Anak-anak sering kali mencari inspirasi dan arahan dari orang dewasa. Tanpa panutan positif yang menunjukkan kerja keras dan ketekunan, mereka mungkin akan kesulitan untuk mengembangkan sifat-sifat tersebut.

Jadilah panutan bagi anak dengan mewujudkan nilai-nilai yang Anda ingin mereka terapkan.

Baca juga: Studi: Anak perempuan anggap kegagalan akibat kurang bakat

(Antara)(SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabar Duka Kamil Razak, Rektor Unla: Supersemar News Berduka
Halimah Munawir: Maulid Nabi Sangat Bermakna bagi Pendidikan MTQ, MI MTs
Arabic Camp Mustaqilli, Santri Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto Siap Go Global
Graduation BFBL Sidoarjo Batch 13 Angkat Karsa Nusantara
Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi
PFI Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian!
Speedboat Hilang di Selat Sunda, 7 Jurnalis Dalam Pencarian
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Kabar Duka Kamil Razak, Rektor Unla: Supersemar News Berduka

Rabu, 30 September 2026 - 09:08 WIB

Halimah Munawir: Maulid Nabi Sangat Bermakna bagi Pendidikan MTQ, MI MTs

Senin, 28 September 2026 - 02:35 WIB

Arabic Camp Mustaqilli, Santri Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto Siap Go Global

Kamis, 17 September 2026 - 22:29 WIB

Graduation BFBL Sidoarjo Batch 13 Angkat Karsa Nusantara

Jumat, 11 September 2026 - 17:26 WIB

Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi

Berita Terbaru

Berita utama

Kapolri ungkap 243 orang dan 13 korporasi jadi tersangka karhutla

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:09 WIB

Berita utama

Kemegahan Masjid Apung Ancol, Salat dengan View Laut

Sabtu, 24 Okt 2026 - 09:58 WIB