Kekerasan masa kecil berisiko sebabkan autoimun

- Jurnalis

Jumat, 17 Januari 2025 - 21:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Masa kecil adalah fase yang sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Pengalaman yang dialami di masa itu membentuk seluruh aspek diri, mulai dari persepsi hingga kepribadian, bahkan menjadi fondasi kehidupan di masa dewasa.

Meski sudah diketahui bahwa peristiwa di masa kecil berkontribusi pada masalah kesehatan mental, ternyata pengalaman kekerasan di masa kecil juga dapat menyebabkan penyakit serius di kemudian hari.

Dikutip dari The Hindustan Time, Jumat, sebuah studi dari Universitas Birmingham mengungkap konsekuensi buruk dari kekerasan di masa kecil.

Studi ini disebut sebagai yang pertama kali berhasil menghubungkan pengalaman traumatis masa kecil dengan penyakit yang memengaruhi sistem imun.

Orang-orang yang mengalami pelecehan atau penelantaran saat kecil lebih rentan mengembangkan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan psoriasis.

Baca Juga :  Halimah Munawir: Maulid Nabi Sangat Bermakna bagi Pendidikan MTQ, MI MTs

Trauma yang dialami di usia dini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit-penyakit ini, terutama pada perempuan.

Baca juga: Kejadian traumatis masa kecil jika diabaikan bisa berbahaya

Peneliti menyarankan agar perhatian khusus diberikan kepada individu yang pernah mengalami kekerasan di masa kecil, karena mereka memiliki risiko lebih tinggi mengidap berbagai penyakit di kemudian hari.

Menurut studi tersebut, kemungkinan terkena rheumatoid arthritis dan psoriasis meningkat pada orang yang mengalami kekerasan di masa kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa kesehatan mental dan fisik saling terkait erat.

Trauma yang dialami di awal kehidupan memengaruhi sistem imun hingga menyebabkan kerusakan fungsi.

Baca Juga :  Kabar Duka Kamil Razak, Rektor Unla: Supersemar News Berduka

Rheumatoid arthritis menyerang sendi, sementara psoriasis memengaruhi kulit, namun keduanya memiliki penyebab yang sama: sistem imun yang tidak berfungsi dengan baik.

Baca juga: Kegemukan bisa disebabkan stres masa kecil

Menurut Arthritis Foundation, rheumatoid arthritis disebabkan oleh peradangan dan nyeri pada sendi. Kondisi ini terjadi ketika sistem imun menyerang lapisan sendi secara tidak normal.

Sementara itu, National Psoriasis Foundation menjelaskan bahwa psoriasis menyebabkan kulit berkembang menjadi plak dan sisik yang terangkat akibat sistem imun yang terlalu aktif mempercepat pertumbuhan sel kulit.

Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya perhatian pada trauma masa kecil, karena dampaknya tidak hanya pada kesehatan mental, tetapi juga kesehatan fisik yang serius.

(Antara)(SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabar Duka Kamil Razak, Rektor Unla: Supersemar News Berduka
Halimah Munawir: Maulid Nabi Sangat Bermakna bagi Pendidikan MTQ, MI MTs
Arabic Camp Mustaqilli, Santri Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto Siap Go Global
Graduation BFBL Sidoarjo Batch 13 Angkat Karsa Nusantara
Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi
PFI Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian!
Speedboat Hilang di Selat Sunda, 7 Jurnalis Dalam Pencarian
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Kabar Duka Kamil Razak, Rektor Unla: Supersemar News Berduka

Rabu, 30 September 2026 - 09:08 WIB

Halimah Munawir: Maulid Nabi Sangat Bermakna bagi Pendidikan MTQ, MI MTs

Senin, 28 September 2026 - 02:35 WIB

Arabic Camp Mustaqilli, Santri Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto Siap Go Global

Kamis, 17 September 2026 - 22:29 WIB

Graduation BFBL Sidoarjo Batch 13 Angkat Karsa Nusantara

Jumat, 11 September 2026 - 17:26 WIB

Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi

Berita Terbaru

Berita utama

Kapolri ungkap 243 orang dan 13 korporasi jadi tersangka karhutla

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:09 WIB

Berita utama

Kemegahan Masjid Apung Ancol, Salat dengan View Laut

Sabtu, 24 Okt 2026 - 09:58 WIB