
Melalui forum ‘Pengembangan Potensi Gula Batang Sawit’, IPB University bersama SustainPalm Project mendorong hilirisasi limbah sawit menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – IPB University terus mendorong hilirisasi batang kelapa sawit menjadi produk bernilai tambah. Melalui program internasional SustainPalm Project, IPB menggelar workshop bertema Pengembangan Potensi Gula dari Batang Kelapa Sawit, Jumat (3/5/2025).
Kolaborasi Internasional
Kegiatan ini menggandeng Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Wageningen University & Research (WUR), Belanda. Tujuannya memperkuat ekonomi sirkular dan keberlanjutan industri sawit.
Wakil Rektor IPB Prof. Iskandar Zulkarnaen Siregar, selaku Executive Board SustainPalm, membuka acara. Ia menegaskan bahwa batang sawit bisa diolah menjadi bioenergi, biomaterial, bahkan gula.
“Semua bagian pohon harus dimanfaatkan. Inilah konsep pertanian sirkular,” ujar Prof. Iskandar.
Peluang Standarisasi dan Industri
Perwakilan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Lila Harsyah Bakhtiar, menyebut bahwa SNI Gula Palma sudah berlaku sejak 2000. Artinya, pemanfaatan nira batang sawit secara komersial bisa langsung dilakukan.
Kemenperin juga menyiapkan aturan baru untuk mendukung restrukturisasi mesin industri gula merah melalui Permenperin No. 33 Tahun 2020.
Inovasi Teknologi dan Energi
Prof. Udin Hasanudin dari Universitas Lampung menekankan pentingnya inovasi alat penyadapan dan ekstraksi nira yang efisien dan higienis.
Sementara itu, Prof. Dr. Yanni Sudiyani dari BRIN memaparkan riset bioetanol generasi kedua dari batang sawit.
“Residu biomassa juga bisa jadi biochar dan liquid smoke lewat pirolisis,” jelasnya.
Produk Kayu Inovatif
Batang sawit juga diolah jadi Sandwich Laminated Lumber (SLL) yang bisa menggantikan kayu keras dan mendukung ekspor.
Menuju Sumber Ekonomi Baru
IPB mendorong inovasi agar limbah batang sawit jadi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.
SupersemarNewsTeam
SanggaBuana
