SUPERSEMAR NEWS BOGORFriedrich Merz akhirnya dilantik sebagai Kanselir Jerman pada Selasa (6/5), hanya beberapa jam setelah kalah dalam pemungutan suara yang mengejutkan parlemen.

Kalah, lalu Menang dalam Hari yang Sama

Dalam sesi darurat sore hari, Merz memperoleh 325 suara dari 316 yang dibutuhkan. Sebelumnya, ia gagal meraih dukungan cukup—kekalahan pertama dalam sejarah modern pemilihan kanselir di Bundestag.

Kekalahan itu menandai keretakan awal dalam koalisi Merz, yang baru sebulan terbentuk antara CDU dan SPD. Koalisi ini bertujuan menghalangi dominasi AfD, partai kanan jauh yang kini menempati posisi kedua dalam survei.

Awal yang Goyah

Merz resmi disumpah oleh Presiden Jerman, namun ketidakpastian dalam koalisinya memberi celah bagi AfD menyerang. Pemungutan suara rahasia membuat sulit mengetahui siapa yang membelot.

Agenda Berat Menanti

Merz berjanji mereformasi aturan “debt brake” dan memperkuat kebijakan keamanan Zeitenwende—yang dicetuskan Olaf Scholz—untuk meningkatkan anggaran pertahanan.

Tekanan meningkat setelah Donald Trump mengancam menarik dukungan AS dari Eropa dan Ukraina. Menanggapi pelantikan Merz, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berharap Jerman meningkatkan peran globalnya.

AfD Desak Pemilu Ulang

AfD segera menyerang kelemahan koalisi dan meminta pemilu baru. Pimpinan partai, Alice Weidel, menilai Merz sebaiknya mundur.

Perjalanan Politik Merz

Lahir 1955 dari keluarga Katolik konservatif, Merz aktif di CDU sejak sekolah. Ia menjadi anggota Parlemen Eropa tahun 1989 dan Bundestag pada 1994. Ia dikenal dengan ide penyederhanaan pajak “seukuran tatakan bir.”

Setelah berseteru dengan Angela Merkel, ia sempat mundur dari politik sebelum kembali memimpin CDU pada 2022.

SanggaBuana
Sumber: CNN