
Trump di Forum Investasi Riyadh 2025: ‘Saatnya Suriah bangkit, sanksi kami cabut untuk masa depan yang lebih baik.
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – (CNN) — Presiden Donald Trump mengumumkan rencana mencabut sanksi terhadap Suriah, menyusul kejatuhan rezim Bashar al-Assad akhir tahun lalu. Langkah ini disebut Trump sebagai “kesempatan bagi Suriah menuju kejayaan.”
Dukungan Trump untuk Pemerintahan Baru
Trump menyampaikan hal itu dalam forum investasi di Riyadh bersama Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
“Suriah mengalami perang dan kehancuran bertahun-tahun. Saatnya hubungan normal dipulihkan,” ujarnya.
Sekretaris Negara, Marco Rubio, dijadwalkan bertemu Menlu Suriah di Turki, pekan ini.
Reaksi Global dan Regional
Pemerintahan baru di bawah Ahmed al-Sharaa menyambut baik keputusan ini. Sharaa dikenal pernah memimpin kelompok militan Jabhat al-Nusra sebelum memisahkan diri dari al-Qaeda.
Pernyataan positif juga datang dari Asaad Al-Shaibani, Menlu Suriah, yang menyebut ini sebagai “awal baru menuju rekonstruksi.” Utusan PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, juga mendukung pencabutan sanksi demi pemulihan layanan esensial.
Sementara itu, Inggris dan Uni Eropa telah lebih dulu mencabut sebagian sanksi terhadap Suriah awal tahun ini.
Respons Capitol Hill
Senator Jeanne Shaheen dan Jim Risch menyambut baik keputusan Trump. Namun, Senator Lindsey Graham mengingatkan bahwa al-Sharaa berkuasa lewat kekuatan militer, bukan pemilu. Ia berjanji akan berkonsultasi dengan sekutu AS di Israel dan Turki.
Euforia di Jalanan Suriah
Warga di Homs dan Latakia turun ke jalan merayakan kabar tersebut. Bendera Suriah dan Saudi dikibarkan, dan kembang api mewarnai langit.
“Ini langkah awal menuju pemulihan,” kata aktivis revolusioner, Osaid Basha, di Homs.
Menperdag Suriah, Mohammad Nidal al-Shaar, bahkan menangis saat wawancara di Al Arabiya.
Optimisme Ekonomi Baru
Al-Sharaa menyebut pencabutan sanksi akan membuka arus dana dari diaspora dan investor asing, terutama setelah Suriah kembali ke sistem keuangan SWIFT.
“Jalan kini terbuka bagi siapa pun yang ingin berinvestasi,” ujarnya.
Pengamat Timur Tengah dari CSIS, Natasha Hall, menilai langkah ini menguatkan posisi Saudi sebagai pendukung pemulihan Suriah.
SanggaBuana
Sumber: CNN World
