
Trump disambut hangat di Masjid Agung Sheikh Zayed, simbol diplomasi budaya dalam lawatan strategisnya ke Uni Emirat Arab.
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Abu Dhabi (CNN) – Presiden Donald Trump kembali ke Washington pada Jumat usai lawatan empat hari ke Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Ia membawa pulang kesepakatan investasi, momen bersejarah dengan Suriah, namun tetap dihantui konflik global.
1. Fokus pada Perdagangan, Bukan Kekacauan
Trump mengedepankan kebijakan transaksional dan menyerukan Timur Tengah yang dipimpin oleh “perdagangan, bukan kekacauan”. Di Riyadh, ia menyatakan ingin menghapus sanksi terhadap Suriah, memberi negara itu “kesempatan untuk bersinar.”
Meski Menlu Marco Rubio memperjelas sanksi baru bersifat sementara, langkah ini tetap menandai perubahan besar kebijakan AS.
2. Putin Masih Menghindar
Trump menyatakan siap bertemu Vladimir Putin demi menyelesaikan perang Ukraina, namun Moskow belum menunjukkan komitmen. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan pemimpin Eropa menekan Trump agar terus memberi tekanan terhadap Rusia.
Trump sempat mempertimbangkan kunjungan ke Turki untuk mediasi, namun batal karena Putin tak bersedia hadir.

Trump tegaskan agenda ‘perdagangan bukan kekacauan’ saat pidato di Forum Investasi Global Riyadh 2025.
3. Gagal Capai Terobosan di Konflik Besar
Trump gagal menengahi gencatan senjata Israel–Hamas. Eskalasi justru diperkirakan meningkat pasca kunjungannya, dengan PM Netanyahu bersiap melancarkan fase serangan baru.
Negosiasi nuklir dengan Iran pun belum menunjukkan hasil konkret, meski Trump menyatakan Iran “hampir setuju” untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
4. Dukungan Langka dari Demokrat
Beberapa politisi Demokrat, seperti Leon Panetta dan Senator Chris Murphy, memuji keputusan Trump mencabut sanksi Suriah. Bahkan mantan staf Biden mengakui lawatan ini tergolong sukses, meski disayangkan karena Trump mempromosikan kepentingan bisnis pribadinya.

Trump berjalan berdampingan dengan Emir Qatar di Doha, menegaskan kemitraan strategis dalam diplomasi Timur Tengah.
5. Lawatan Tanpa Keluarga
Berbeda dengan 2017, Trump kali ini bepergian tanpa Melania. Peran keluarga menyusut sejak masa jabatan keduanya. Jared Kushner membantu persiapan, tapi tidak ikut serta.
Meski demikian, bisnis keluarga Trump tetap menjadi sorotan, karena memiliki proyek properti besar di negara-negara yang dikunjungi.
6. Serangan ke Lawan Politik
Trump terus menyerang lawan politik dalam negeri saat kunjungan luar negeri. Ia mengejek Joe Biden, menyindir Pete Buttigieg, dan menyerang media, Taylor Swift serta Bruce Springsteen, melalui media sosialnya.

Trump dan Putra Mahkota Saudi berjabat tangan usai menandatangani kesepakatan bilateral strategis di Riyadh.
7. Penuh Pomp dan Cybertrucks
Tuan rumah menyambut Trump dengan megah. Di Arab Saudi, Putra Mahkota MBS menyuguhkan karpet ungu dan meriam kehormatan. Di Doha, armada Tesla Cybertruck merah mengantar rombongan Trump.
Di Abu Dhabi, sambutan meriah dengan drum, bendera, dan tarian tradisional perempuan menambah nuansa teaterikal kunjungan.
SupersemarNewsTeam
Sumber: CNN World
