
Petugas lapangan memberikan imunisasi kepada balita dalam program kesehatan komunitas di wilayah minim fasilitas medis
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap penurunan drastis harapan hidup global dalam laporan statistik terbarunya. Dalam dua tahun (2019–2021), harapan hidup turun 1,8 tahun—penurunan terbesar dalam sejarah modern—membalikkan tren positif dekade sebelumnya.
Sebagian Target Tercapai, Tapi Ketimpangan Masih Tinggi
Meskipun demikian, WHO mencatat sekitar 1,4 miliar orang hidup lebih sehat hingga akhir 2024, melampaui target 1 miliar. Capaian ini didorong oleh:
- Penurunan penggunaan tembakau
- Kualitas udara membaik
- Akses lebih baik terhadap air bersih dan sanitasi
Namun, hanya 431 juta orang yang mendapatkan layanan kesehatan esensial tanpa beban biaya besar, jauh dari target.
Sementara itu, sekitar 637 juta orang lebih terlindungi dari darurat kesehatan.
Kematian Ibu dan Anak Masih Tinggi
Kemajuan dalam menurunkan kematian ibu dan anak melambat. WHO memperingatkan, tren ini membahayakan jutaan nyawa jika tidak segera ditangani.
Penyakit Tidak Menular Naik, Alkohol Turun
Kematian dini akibat penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, kanker, dan diabetes meningkat, didorong pertambahan penduduk dan penuaan.
Sebaliknya, konsumsi alkohol menurun dari 5,7 liter (2010) menjadi 5,0 liter per kapita (2022).
Ancaman Bantuan Internasional Menurun
Terakhir, WHO menyatakan penurunan bantuan internasional dapat memperburuk kondisi di negara-negara dengan kebutuhan layanan kesehatan tertinggi.
📊 Baca laporan lengkapnya di situs resmi WHO
Editor: SanggaBuana
Sumber: World Health Organization
