
“Pengembangan sumber daya manusia di sektor digital informal menjadi kunci atasi kesenjangan talenta digital Indonesia,” — Menko PMK dalam Simposium di Hotel Pullman, Jakarta, 11 Juni 2025.
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyebut Indonesia kekurangan 3–6 juta talenta digital hingga 2030. Gap ini mengancam keberlanjutan ekonomi digital nasional.
“Pada 2024, nilai ekonomi digital RI capai 90 miliar dolar AS—terbesar di Asia Tenggara. Namun, kita masih kekurangan talenta,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/6).
Langkah Transformasi Pendidikan dan Talenta
Pemerintah memperkuat transformasi pendidikan dengan memasukkan keterampilan digital sebagai kompetensi inti. Selain itu, pembangunan platform nasional talenta digital terus dipercepat untuk menunjang pembelajaran digital.
Pratikno menambahkan, penguatan ekosistem inovasi dan kewirausahaan digital juga dilakukan demi lahirnya generasi wirausaha digital tangguh.
Kolaborasi dan Tata Kelola Baru
Pemerintah juga membangun kolaborasi strategis tripartit antara pemerintah, industri, dan akademisi. Pratikno menegaskan pentingnya meninggalkan cara kerja silo antarinstansi.
“Di era digital, kita butuh koordinasi lintas sektor dengan respons cepat,” tegasnya.
Optimalkan Bonus Demografi
Pratikno menilai bonus demografi menjadi peluang emas dalam mendorong pemanfaatan talenta digital. Ia menyoroti tingginya adopsi teknologi dan AI di kalangan muda sebagai kekuatan utama transformasi.
Pemerintah berkomitmen sebagai fasilitator untuk menciptakan iklim digital yang kondusif dan mendorong investasi strategis di sektor ini.
SupersemarNewsTeam
SanggaBuana
