Anak Belajar di Barak Militer: Bukan Hanya PBB, Ini Penjelasan Ahli Grafologi

- Jurnalis

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

“Sebagai ahli grafologi dan ibu asuh di Dodik Bela Negara, saya melihat langsung bagaimana anak-anak belajar membentuk karakter, bukan sekadar ikut PBB,” ujar Gusti Ayu Dewi saat diwawancarai di kanal Helmy Yahya Bicara.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluncurkan program pendidikan karakter di barak militer, tepatnya di Dodik Bela Negara. Program ini menuai pro dan kontra.

Bukan Sekadar Baris-Berbaris

Melalui kanal YouTube Helmy Yahya Bicara, Gusti Ayu Dewi, ahli grafologi dan ibu asuh di Dodik, menjelaskan bahwa kegiatan anak-anak di barak tidak melulu soal PBB.

Baca Juga :  Forkopimko Jakarta Barat Menyapa Warga Tambora, Perkuat Sinergi Wujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman

“Di sana ada ibadah, motivasi, bimbingan, dan pengasuhan. Setiap dua jam mereka istirahat. Bahkan salat lima waktu tetap dijalankan,” kata Gusti Ayu.

Anak-anak tetap mengikuti pelajaran formal. Jadwal mereka mencakup administrasi, cek kesehatan, pembagian perlengkapan, senam, dan apel.

Nilai Kebangsaan Ditanamkan

Selain pelajaran umum, peserta juga mengikuti sesi psikologi dan pembelajaran seputar UUD 1945 serta nilai-nilai NKRI. Anak-anak dikenalkan pada konsep kerukunan antarumat beragama.

Gusti Ayu menyampaikan nilai kebangsaan lewat pendekatan personal. Ia menggunakan analogi: “Negara itu rumahnya, bangsa itu keluarganya.” Menurutnya, banyak anak yang tersentuh dan berkaca-kaca mendengar penjelasan ini.

Baca Juga :  Polri Siap Amankan FIFA ASEAN Cup 2026, Suporter Diminta Jaga Sportivitas

“Anak-anak peserta Dodik Bela Negara tetap menjalani aktivitas baris-berbaris, namun hanya sebagai bagian kecil dari pendidikan karakter yang lebih luas,” jelas Gusti Ayu Dewi. Foto: YouTube/KDM Channel.

Gelombang Pertama Diikuti 273 Anak

Sebanyak 273 anak mengikuti gelombang pertama. Program ini, menurut Dedi Mulyadi, bertujuan membentuk karakter kuat dan cinta tanah air sejak dini. Kritik dan dukungan terus mengalir, tetapi pelaksana menegaskan bahwa ini bukan militerisasi, melainkan pembentukan karakter bangsa.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membanggakan! Kafilah Kotim Raih Juara Umum II FSQ XII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah
Sang Ayah Dwi Sugiarto di Palangka Raya Didik Anak Sejak Dini yang Gemilang untuk Masa Depan
210 Personel Kepolisian Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Fokus di 6 Wilayah Rawan
Pal 12 Sampit dan Vino Club Hotel Aquarius Sampit Dirazia Tim Gabungan, 9 Pengunjung Terindikasi Narkoba
Jaga Keamanan! Patroli Gabungan Sasar Tempat Hiburan Malam Di Kota Banjarmasin
Orangutan Ditemukan Lemas di Kebun Banturung Berhasil Diamankan
Ada Apa! Sidokkes Kepolisian Periksa Hiburan Malam di Palangka Raya
Kapolda Kalteng Ajak Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla Bersama Jemat GBI Palangka Raya
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Membanggakan! Kafilah Kotim Raih Juara Umum II FSQ XII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Sang Ayah Dwi Sugiarto di Palangka Raya Didik Anak Sejak Dini yang Gemilang untuk Masa Depan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:50 WIB

210 Personel Kepolisian Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Fokus di 6 Wilayah Rawan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Pal 12 Sampit dan Vino Club Hotel Aquarius Sampit Dirazia Tim Gabungan, 9 Pengunjung Terindikasi Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Jaga Keamanan! Patroli Gabungan Sasar Tempat Hiburan Malam Di Kota Banjarmasin

Berita Terbaru