
Lalu lintas di Jalan Mayor Oking, Bogor, tampak padat dengan angkot, PKL, dan kendaraan pribadi. Situasi ini menjadi sorotan DPRD Kota Bogor dalam evaluasi sistem satu arah.
SUPERSEMAR NEWS BOGOR — DPRD Kota Bogor meminta Pemerintah Kota Bogor mengevaluasi kebijakan sistem satu arah di Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bogor Tengah.
Warga KRL Keluhkan Dampaknya
Kebijakan ini memicu keluhan dari penumpang Kereta Rel Listrik (KRL), yang mengaku kesulitan mengakses stasiun. Mereka harus memutar melewati jalur macet di Jembatan Merah, Jalan Merdeka, dan Jalan MA Salmun. Selain itu, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) memperparah kemacetan.
DPRD Minta Klarifikasi
Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, menilai kebijakan tersebut kontra produktif. “Kalau malah menyulitkan warga, perlu dievaluasi,” tegasnya. Ia juga meminta Dinas Perhubungan menjelaskan dasar teknis dan kajian dampak sebelum kebijakan diterapkan. Menurutnya, prinsip penataan kota adalah mempermudah mobilitas, bukan sebaliknya.
Desakan Penataan Komprehensif
Lebih jauh, DPRD mendorong penataan kawasan stasiun secara menyeluruh. “PKL harus ditertibkan, fasilitas pejalan kaki juga perlu ditingkatkan,” ujar Heri. Jika kebijakan terbukti tidak efektif, DPRD mendesak Pemkot segera meninjau ulang.
Sementara itu, warga berharap Pemkot segera memberikan solusi nyata agar aktivitas menuju Stasiun Bogor kembali lancar.
SupersemarNewsTeam
SanggaBuana
