Sejumlah tokoh lintas agama dari Gerakan Nurani Bangsa memberikan pernyataan bersama di Istana Kepresidenan Jakarta usai bertemu Presiden Prabowo membahas reformasi kepolisian.

SUPERSEMAR NEWS – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan tim reformasi kepolisian setelah berdialog dengan tokoh-tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB). Pertemuan berlangsung selama tiga jam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/9/2025).

Tokoh Bangsa Sampaikan Aspirasi

Dalam pertemuan itu hadir sejumlah tokoh nasional, di antaranya Sinta Nuriyah, Lukman Hakim Saifuddin, Quraish Shihab, Frans Magnis Suseno, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Komaruddin Hidayat, dan Laode Syarif.

Menurut Gomar Gultom, eks Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Presiden langsung menyambut usulan reformasi kepolisian.

“Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian. Pak Presiden menyambut baik dan akan segera membentuk tim khusus,” jelas Gomar, Kamis.

Gayung Bersambut dengan Konsep Presiden

Lebih lanjut, Gomar menyebut persetujuan tersebut sejalan dengan rencana Presiden.

“Harapan yang disampaikan tokoh-tokoh sebenarnya sudah masuk dalam konsep Bapak Presiden. Jadi gayung bersambut, apa yang kami minta memang sudah akan dilakukan beliau, terutama menyangkut reformasi kepolisian,” ujarnya.

Tim Investigasi Independen

Sementara itu, eks Menteri Agama Lukman Hakim mengungkapkan Presiden juga menyetujui pembentukan tim investigasi independen pasca aksi demonstrasi.

Selain itu, tokoh-tokoh GNB menyoroti tuntutan rakyat yang berisi 17+8 poin, termasuk pesan kebangsaan dari mahasiswa, masyarakat sipil, dan organisasi kemasyarakatan.

“Apa yang kami sampaikan diterima baik oleh Bapak Presiden. Bahkan beliau membahas detail, poin demi poin,” kata Lukman.

Arah Baru Reformasi Kepolisian

Langkah Presiden Prabowo ini menandai komitmen pemerintah terhadap transparansi dan perbaikan institusi kepolisian. Reformasi diharapkan meningkatkan kepercayaan publik, sejalan dengan tuntutan demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia.

SupersemarNewsTeam
Reporter:
R/Rifay Marzuki