KH Lutfi Hakim: Air Jakarta Bisa Jadi Sumber Hidup atau Air Mata

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 12:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Air Bukan Sekadar Unsur Alam, Tapi Sumber Kehidupan

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA — Air bukan hanya unsur alam, tetapi juga sumber kehidupan yang menyatu dengan nilai spiritual, budaya, dan sosial manusia.

Hal itu disampaikan oleh KH. Lutfi Hakim, Ketua Panitia Lokakarya “Menakar Masa Depan Air di Jakarta, Akankah Menjadi Air Mata?”, yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jakarta bekerja sama dengan PAM JAYA di Jakarta, Senin (6/10/2025).

Dalam sambutannya, Lutfi menegaskan, “Air adalah sumber kehidupan itu sendiri, dan itu diakui sejak peradaban manusia dimulai.”

Makna Spiritual dan Budaya Air

Menurut Lutfi, air memiliki makna yang jauh melampaui fungsi fisiknya. Ia menuturkan bahwa air juga menjadi simbol kesucian dalam agama dan lambang harmoni dalam budaya.

“Dalam Islam, air digunakan untuk wudu dan mandi besar sebagai syarat kesucian sebelum ibadah. Bahkan dalam kitab fikih, bab pertama selalu membahas air,” ujarnya.

Selain itu, ia mencontohkan berbagai tradisi yang menjadikan air sebagai simbol kehidupan dan kesuburan.
“Masyarakat Jawa memiliki tradisi siraman, di Bali ada melukat dengan air suci, sementara di suku Dayak atau Maori, air dipandang sebagai entitas hidup yang memiliki jiwa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hujan Bantu Basahi Lahan Bekas Karhutla, Brimob Kalteng Tetap Pantau Bara Api

Air dalam Budaya Betawi

Lutfi yang juga Ketua Bidang Seni Budaya MUI DKI Jakarta menjelaskan bahwa masyarakat Betawi sangat dekat dengan simbol air.
“Dalam budaya Betawi, air adalah lambang kehidupan dan kesegaran. Dulu ada kendi, kentong, hingga roti buaya dalam pernikahan—semuanya tak lepas dari makna air,” katanya sambil tersenyum.

Tantangan: Air Jakarta Terancam Privatisasi

Namun, di balik nilai luhur itu, Lutfi mengingatkan bahwa air kini menghadapi tantangan besar di tengah modernisasi, terutama terkait privatisasi dan akses publik.

“Kehadiran aturan baru seharusnya memastikan transformasi korporasi tidak menggeser orientasi sosial PAM Jaya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa PAM Jaya harus menjaga keseimbangan antara profesionalitas bisnis dan tanggung jawab sosial.

Baca Juga :  Coba Kabur Lewat Jendela Lantai 2, Diduga Pengedar Sabu di Kotim Diciduk Polisi

“Transformasi menjadi perseroda seharusnya menjadi momentum memperkuat dua hal: tata kelola profesional dan perlindungan layanan publik,” tuturnya.

Ironi Air di Jakarta

Dengan nada kritis, Lutfi menyebut kondisi air di Jakarta masih memprihatinkan.
“PAM Jaya ini bisa jadi perusahaan air minum, tapi juga bisa jadi perusahaan air mata. Sayangnya, sekarang baru sampai pada perusahaan air mandi, karena airnya belum bisa diminum,” ujarnya disambut tawa peserta.

Kondisi ini mencerminkan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga kualitas air dan memperluas akses air bersih bagi warga Jakarta.

Menjaga Air, Menjaga Kehidupan

Lutfi menegaskan, lokakarya ini menjadi wadah mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mencari solusi nyata bagi tata kelola air di Ibu Kota.
“Lokakarya ini diharapkan melahirkan ide dan rekomendasi bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengambil kebijakan air,” tuturnya.

Ia menutup dengan pesan mendalam:

“Air bisa menjadi sumber kehidupan — tapi jika tak dijaga, ia juga bisa berubah menjadi air mata.”

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis
PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat
Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka
Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan
Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi
Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu
Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit, 31 Orang Diamankan
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 00:00 WIB

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 23:51 WIB

PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka

Kamis, 5 November 2026 - 23:19 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan

Kamis, 5 November 2026 - 23:04 WIB

Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu

Berita Terbaru