Israel Tewaskan 84 Jurnalis, Tertinggi 2025

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Perdana Menteri Israel berdiri di depan bendera Israel saat sorotan global menguat, menyusul laporan CPJ yang menyebut Israel sebagai negara dengan jumlah jurnalis tewas terbanyak pada 2025 di tengah konflik Gaza.

SUPERSEMAR NEWS – Laporan terbaru dari Committee to Protect Journalists (CPJ) menempatkan Israel sebagai negara dengan jumlah jurnalis terbunuh terbanyak di dunia sepanjang 2025. Data tersebut menunjukkan sedikitnya 84 pekerja media tewas dalam operasi militer yang berlangsung di Gaza dan wilayah lain yang terdampak konflik.

Angka itu menjadikan 2025 sebagai tahun paling mematikan bagi profesi jurnalis sejak CPJ mulai mencatat data pada 1992. Secara global, sebanyak 129 pekerja media kehilangan nyawa. Dengan demikian, lebih dari dua pertiga korban tewas tercatat berada dalam konteks operasi militer Israel.

Rekor Kematian Tertinggi Sejak 1992

CPJ dalam laporan tahunannya menegaskan bahwa lonjakan angka kematian jurnalis pada 2025 melampaui seluruh catatan historis organisasi tersebut. Sejak 1992, belum pernah jumlah korban mencapai angka setinggi ini.

Selain itu, CPJ mengklasifikasikan 47 kasus sebagai pembunuhan yang ditargetkan secara langsung. Dari jumlah tersebut, 38 insiden terjadi dalam konteks operasi militer Israel. Fakta ini memperkuat sorotan internasional terhadap pola kekerasan terhadap pekerja media di wilayah konflik.

Lebih jauh, CPJ menyebut adanya “budaya impunitas” yang terus berulang terhadap serangan kepada pers. Organisasi tersebut menilai minimnya akuntabilitas berkontribusi pada meningkatnya risiko bagi jurnalis di medan perang.

Gaza Jadi Episentrum Krisis

Sebagian besar korban merupakan jurnalis Palestina yang meliput perang di Gaza. Serangan udara dan artileri dilaporkan menghantam kantor media, tenda liputan, serta area sipil tempat jurnalis bekerja.

Baca Juga :  Kabar Duka Kamil Razak, Rektor Unla: Supersemar News Berduka

Dalam laporan yang juga dikutip oleh Al Jazeera, CPJ menyebut lima jurnalis jaringan tersebut masuk kategori korban pembunuhan yang ditargetkan. Termasuk di antaranya Anas al-Sharif dan Hossam Shabat yang tewas dalam serangan di Kota Gaza.

Sementara itu, situs pemantauan Shireen.ps—yang dinamai untuk mengenang Shireen Abu Akleh—mencatat bahwa sejak awal perang, hampir 300 jurnalis dan pekerja media telah terbunuh.

Data ini menunjukkan eskalasi signifikan dalam ancaman terhadap kebebasan pers di wilayah konflik.

Dugaan Disinformasi dan Tuduhan Sepihak

Israel dalam sejumlah kasus mengakui serangan yang menewaskan jurnalis, namun menyebut sebagian korban memiliki keterkaitan dengan kelompok bersenjata. Tuduhan tersebut dibantah oleh perusahaan media tempat korban bekerja.

CPJ secara tegas menyebut tudingan itu sebagai “fitnah mematikan”. Organisasi tersebut menilai pelabelan sepihak terhadap jurnalis tanpa bukti transparan justru membahayakan independensi pers dan memperbesar risiko kekerasan lanjutan.

Lebih lanjut, CPJ menekankan pentingnya investigasi independen dan transparan terhadap setiap kematian jurnalis. Tanpa proses hukum yang jelas, pola kekerasan dikhawatirkan terus berulang.

Angka Sebenarnya Bisa Lebih Tinggi

Laporan CPJ juga memperingatkan bahwa angka 84 kemungkinan belum mencerminkan keseluruhan korban. Pembatasan akses media, kehancuran infrastruktur, serta situasi kemanusiaan yang memburuk di Gaza mempersulit verifikasi lapangan.

“Dengan banyaknya bukti kontemporer yang telah hancur, jumlah sebenarnya mungkin tidak pernah diketahui,” tulis CPJ.

Baca Juga :  SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Kondisi ini memperlihatkan tantangan besar dalam mendokumentasikan pelanggaran terhadap jurnalis di zona perang aktif.

Perbandingan Global

Di luar Gaza dan Yaman, konflik bersenjata di Sudan juga menewaskan sembilan jurnalis sepanjang 2025. Di Meksiko, enam jurnalis tewas akibat kekerasan yang terkait kejahatan terorganisir. Sementara itu, empat jurnalis Ukraina dilaporkan meninggal akibat serangan militer Rusia.

Namun demikian, jumlah tersebut tetap jauh di bawah angka yang tercatat dalam konteks operasi militer Israel.

Implikasi terhadap Kebebasan Pers

Lonjakan kematian jurnalis berdampak langsung pada kebebasan pers global. Ketika jurnalis menjadi sasaran, publik kehilangan akses terhadap informasi independen dan akurat.

Dalam konteks ini, perlindungan terhadap jurnalis bukan hanya isu profesi, melainkan bagian dari perlindungan hak publik untuk mengetahui kebenaran.

Komunitas internasional kini menghadapi pertanyaan mendasar: bagaimana memastikan akuntabilitas dalam konflik modern yang semakin kompleks?

Desakan Investigasi Internasional

Sejumlah organisasi hak asasi manusia mendesak pembentukan mekanisme investigasi independen. Mereka menilai transparansi menjadi kunci untuk memutus rantai impunitas.

Selain itu, lembaga internasional diminta memperkuat perlindungan hukum bagi jurnalis yang meliput konflik bersenjata.

Tanpa langkah konkret, 2025 berpotensi menjadi preseden buruk bagi keselamatan pekerja media di masa mendatang.

Kesimpulan

Data CPJ menempatkan Israel sebagai negara dengan jumlah jurnalis terbunuh terbanyak pada 2025. Angka 84 korban, dari total global 129 kematian, mencerminkan krisis serius terhadap kebebasan pers di wilayah konflik.

Lebih jauh, peringatan tentang kemungkinan jumlah korban yang lebih tinggi menunjukkan urgensi investigasi menyeluruh dan transparan.

Bagi dunia media, tahun 2025 bukan sekadar statistik kelam, melainkan sinyal keras bahwa perlindungan jurnalis harus menjadi prioritas global.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SATGAS YONIF 3 MARINIR PERSEMPIT RUANG GERAK KKB DI YAHUKIMO, PERKUAT STABILITAS KEAMANAN PAPUA PEGUNUNGAN
Polda Kalteng Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Mandawai Usai Kecelakaan
Kapolda Kalteng Edukasi Pelajar MAN Palangka Raya, Cegah Hoaks hingga Narkoba
Bidpropam Polda Kalteng Sidak Personel, Tegakkan Aturan dan Larangan Rokok Elektrik
Lapas Sampit Gelar Sidang TPP, Usulkan Hak-hak 23 Warga Binaan dalam Reintegrasi
Apresiasi Pengabdian Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam Menjaga Keamanan Presiden
Perkuat Sinergi TNI-Polri, Kapolda Jatim Sambangi Danpuspenerbal
Baru Keluar Penjara, Residivis Kembali Ditangkap saat Curi Motor di Kalideres
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:12 WIB

SATGAS YONIF 3 MARINIR PERSEMPIT RUANG GERAK KKB DI YAHUKIMO, PERKUAT STABILITAS KEAMANAN PAPUA PEGUNUNGAN

Kamis, 5 November 2026 - 12:46 WIB

Polda Kalteng Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Mandawai Usai Kecelakaan

Kamis, 5 November 2026 - 10:49 WIB

Kapolda Kalteng Edukasi Pelajar MAN Palangka Raya, Cegah Hoaks hingga Narkoba

Kamis, 5 November 2026 - 10:46 WIB

Bidpropam Polda Kalteng Sidak Personel, Tegakkan Aturan dan Larangan Rokok Elektrik

Kamis, 5 November 2026 - 10:35 WIB

Lapas Sampit Gelar Sidang TPP, Usulkan Hak-hak 23 Warga Binaan dalam Reintegrasi

Berita Terbaru